Pascatawuran Antarwarga, Polisi Kembali Buka Jembatan Siak IV Pekanbaru

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resort Kota Pekanbaru kembali membuka Jembatan Marhum Buki atau yang lebih dikenal dengan Jembatan Siak IV, Jumat (17/5) pagi, setelah sebelumnya ditutup sementara akibat insiden tawuran dua kelompok pemuda di Kecamatan Rumbai Pesisir.

Seperti yang dilansir dari Antara, barikade polisi yang sebelumnya menutup akses jembatan di Jl. Sudirman Ujung menuju Rumbai Pesisir sudah tidak ada lagi. Kendaraan masyarakat sudah terlihat melintasi jembatan tersebut. Arus lalu lintas juga terpantau lancar.

Sebelumnya, tawuran antarwarga pecah pada Kamis (16/5) malam, yang melibatkan dua kelompok pemuda dari daerah Rumbai Pesisir dan Bom Lama. Kepolisian Daerah Riau menyatakan empat warga terluka dalam insiden bentrokan berdarah yang terjadi di sekitar Jembatan Siak IV itu.

Mereka dirawat di dua rumah sakit berbeda. Dua korban pertama yakni Rudi Antonio alias Obink dan Aditeo alias Teo. Kedua korban yang masih berusia 20 tahunan itu dirawat di RS Ibnu Sina. Sementara itu, dua korban lainnya dirawat di RSUD Arifin Achmad, yakni Firmansyah (44) dan Revi (33).


Sekitar 100 personel Polri dan TNI tidak lama setelah kejadian langsung mencoba mensterilkan lokasi, serta terlihat juga pasukan Brimob Polda Riau menggunakan sepeda motor dan senjata laras panjang. Pasukan dipimpin oleh Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto dan Dandim 0301 Pekanbaru Letkol Inf Andri Sulistiawan.

BACA JUGA:  Wabup: Tunjangan Penghasilan ASN Berbasis Kinerja Bukan Absen

Hasil penyisiran petugas pada malam hari menemukan belasan bom molotov serta senjata tajam di lokasi sekitar Jembatan Siak IV.

Korban Obink menderita luka paling parah karena terkena senjata tajam di tangan kanannya. Ia harus dioperasi di RS Ibnu Sina, sedangkan korban Teo sudah bisa pulang.

Menurut Suwardi, warga Bom Lama, kedua korban tersebut selama ini aktif di Masjid Istiqomah di Jl. Sembilang tempat keduanya diserang oleh sekelompok pemuda dari Rumbai Pesisir.

“Mereka ini selama ini bikin hal-hal kreatif, bikin lampu colok di masjid. Mereka ini memang selama ini aktif di remaja masjid,” kata Suwardi kepada Antara di RS Ibnu Sina.

Ia mengaku menyayangkan keributan itu terjadi, apalagi sebenarnya penyebabnya bisa dinilai sepele. Dari keterangan korban, lanjutnya, kejadian bermula pada Kamis sore saat pemuda setempat sedang menyalakan lampu colok untuk menghias Masjid Istiqomah. Saat itu beberapa pemuda dari Rumbai Pesisir lewat dengan sepeda motor sambil ngebut dan hampir menabrak mereka.

“Terjadi ribut kecil, adu mulut tapi kemudian selesai. Ternyata gak selang lama setelah berbuka (puasa) ramai yang datang dari arah Jembatan Siak IV. Menurut korban, mereka ada yang datang bawa balok, samurai terus menyerang dan akhirnya jadi ribut,” katanya.

Sumber:Ant

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Prabowo Subianto, “What Is To Be Done”: Catatan atas Pidato Prabowo

Pidato Prabowo Subianto menggelegar di bumi nusantara kemarin malam. Jutaan atau puluhan juta menyaksikan pidato visi-misi tersebut. Dari sisi pidato, Prabowo luar biasa, mampu sebagai "singa podium", yang menjelaskan pikiran-pikirannya seolah berinteraksi dengan suasana audiens dan seolah tanpa teks.

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi