Pascaerupsi, Kualitas Udara Sekitar Gunung Marapi Masih Baik

PADANG, SERUJI.CO.ID – Kualitas udara di sekitar wilayah Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat masih dalam kondisi baik, kata Kepala Seksi Observasi BMKG Stasiun Pemantau Atmosfir Global (PAG) Koto Tabang, Budi Satria.

“Pascaerupsi secara umum kualitas udara di sekitar wilayah Gunung Marapi masih bagus, indeks standar pencemaran udara (ISPU) yakni 29,” katanya di Padang, Rabu (2/5).

Menurutnya pada nilai 29 tersebut, kualitas udara di sana masih tergolong baik dan tidak mengganggu pada kesehatan manusia, tumbuhan maupun hewan.

Beberapa saat setelah erupsi, lanjutnya memang terjadi penurunan kualitas udara yakni mencapai 35, namun angka itu masih tergolong baik.

Oleh sebab itu, BMKG Koto Tabang mengimbau masyarakat sekitar Gunung Marapi yang berpotensi terkena dampak dari erupsi tersebut tidak cemas dengan kualitas udara.

“Hingga saat ini kualitas udara masih dalam kategori baik, untuk itu masyarakat tidak perlu cemas,” ujarnya.

Ia menjelaskan pada angka di bawah 50 tingkat kualitas udara tidak memberikan efek buruk bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan atau yang lainnya.

Baca juga: Gunung Marapi Kembali Erupsi

Kemudian pada angka 51 hingga 100 kualitas udara kategori sedang, pada kondisi ini kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia atau pun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif.

Selanjutnya 101 sampai 199 masuk pada kategori tidak sehat, yakni tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia atau kelompok hewan yang sensitif serta bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan.

Pada angka 200 hingga 299 tergolong sangat tidak sehat dimana tingkat kualitas udara dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.

Tingkatan paling berbahaya yakni 300 sampai 500, pada kategori ini tingkat kualitas udara secara umum dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

Sebelumnya Gunung Marapi kembali erupsi pada Rabu pagi pukul 07.03 WIB, Pos Pengamat Gunung Api Marapi Sumbar yang berada di Kota Bukittinggi mencatat tinggi kolom erupsi diperkirakan mencapai 4.000 meter dari puncak kawah.

“Asap teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan angin bertiup lemah ke arah Tenggara,” kata Petugas Pos PGA Marapi Sumbar, Hartanto. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER