Nelayan Bengkulu Sita Alat Tangkap Pukat Harimau

BENGKULU, SERUJI.CO.ID – Para nelayan tradisional di Kelurahan Malabero Kota Bengkulu menyita satu alat tangkap pukat harimau dari nelayan yang menggunakan alat tangkap terlarang itu saat menjaring ikan di perairan Selolong, Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Nelayan tradisional sedang menjaring ikan di lokasi itu dan melihat satu kapal pengguna trawl juga beroperasi. Secara spontan mereka memutus tali jaring trawl itu,” kata Hendri, seorang nelayan tradisional Kelurahan Malabero di Bengkulu, Senin (9/4).

Ia mengatakan saat itu, para nelayan juga berupaya mengejar kapal pengguna trawl tersebut, namun tidak berhasil akibat perbedaan mesin kapal yang digunakan nelayan tradisional dengan pengguna trawl.

Saat ini kata dia, alat tangkap beserta isinya yakni ikan jenis ruca-ruca sebanyak puluhan kilo masih diamankan para nelayan tradisional.

Hendri mengatakan para nelayan tradisional semakin resah dengan operasi alat tangkap trawl sebab alat tersebut mengeruk habis isi laut, termasuk terumbu karang.

Keresahan itu juga sudah pernah disampaikan ke pemerintah daerah yang berjanji segera mengatasi persoalan itu dengan memberikan alat tangkap pengganti trawl.

“Kenyataannya penggunaan trawl masih bebas di wilayah Bengkulu. Ini jadi pertanyaan besar,” kata dia.

Penegakan hukum yang dinilai kurang tegas terhadap para pengguna alat penangkapan ikan terlarang itu membuat para nelayan tradisional siap menyita sendiri alat tangkap trawl bila ditemukan di laut.

Sebelumnya Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti berjanji segera mengatasi penggunaan alat tangkap trawl dengan penegakan hukum dan memfasilitasi peralihan alat tangkap.

“Kami akan mengatasi penggunaan trawl dengan menggunakan kapal pengawas perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,” kata dia. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER