close

MUI: Maraknya LGBT Dipicu Oleh Sifat Permisif

PADANG, SERUJI.CO.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, menilai maraknya fenomena lesbian gay biseksual dan transgender (LGBT) hari ini salah satu dipicu oleh sifat permisif atau serba membolehkan sesuatu di tengah masyarakat.

“Sekarang kalau melihat fenomena ini orang kerap membiarkan saja asalkan pelakunya bukan keluarga sendiri, sikap seperti ini membuat LGBT tumbuh subur,” kata Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar di Padang, Selasa (24/4).

Menurutnya hal itu diperparah oleh penghalusan istilah dengan menyebut perilaku tersebut adalah orientasi seksual yang berbeda.

“Dalam Islam jelas ini bukan berbeda tapi penyimpangan dan jelas larangannya,” ujar dia.


Akibatnya sikap ketidaksenangan terhadap hal itu menurun, sementara kalau ingin mencegahnya maka salah satu yang harus dilakukan adalah semua pihak harus sepakat LGBT adalah perilaku mungkar, jelasnya.

Ia menilai kesepakatan itu harus jadi program bersama semua pemangku kepentingan mulai dari eksekutif, legislatif hingga semua masyarakat.

“Satpol PP tidak akan bisa mengawasi itu 24 jam, karena itu masyarakat harus punya kesadaran dan bersepakat menolak LGBT secara sosial di tingkat tataran terendah seperti kelurahan hingga nagari” katanya.

Ia mengelompokan pelaku LGBT menjadi tiga kategori yaitu mereka yang memandang itu sebagai ideologi atau jalan hidup, para korban dan mereka yang berpeluang jadi korban.

“Para pelaku ideologis sebaiknya harus diumumkan secara terang-terangan agar tidak jatuh korban baru,” lanjutnya.

Ia mengakui dalam dunia medis itu adalah rahasia dan bisa melanggar kode etik, namun siapa yang menyebar kemudharatan kepada umat dan bisa membahayakan maka itu harus disebarluaskan sebagai bagian pencegahan.

“Orang-orang yang secara ideologis ini kemana-mana bergerak mengembangkan perilakunya, masyarakat tidak bisa diam saja membiarkannya,” ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Perhimpunan Konselor VCT dan HIV AIDS Indonesia di Sumbar menemukan perilaku lesbian gay biseksual transgender (LGBT) khususnya hubungan seksual antara sesama laki-laki menjadi pemicu HIV tertinggi di Sumbar.

“Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Kesehatan terdapat 10.376 kasus HIV baru pada periode Januari sampai Maret 2018 dengan persentasi lelaki suka lelaki sebesar 28 persen,” ujar konselor Perhimpunan Konselor VCT dan HIV AIDS Indonesia, Sumbar, Khaterina Welong.

Ia memperkirakan saat ini jumlah lelaki penyuka sesama jenis di Sumbar 14.469 orang, jumlah waria 2.501 orang dengan perkiraan pelanggan 2,5 kali lipat.

Artinya kalau pelanggan waria adalah bapak-bapak maka masuk kategori laki-laki suka laki-laki dengan demikian total pria penyuka sesama jenis diperkirakan mencapai 20 ribu orang, jelas dia.

Sementara Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan perlu diklarifikasi bahwa data yang disampaikan tersebut baru estimasi, bukan angka yang sebenarnya.

“Sumbar dikenal dengan daerah agama yang menolak keras LGBT, namun di sini ternyata ada ini menjadi persoalan tersendiri, ujarnya.

Ia mengajak semua pihak serius menyikapinya tanpa kecuali harus bahu membau terlibat termasuk para orang tua. (Ant/SU02)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

BPN Tiba di MK, Petugas Tutup Jalan Abdul Moeis

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Aparat gabungan menutup Jalan Abdul Moeis,...

BPN Ajukan Gugatan Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon...

Polisi Diminta Mengusut Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan Hingga Tuntas

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa...

Jokowi Nyatakan Terbuka Untuk Bertemu Dengan Prabowo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menyatakan dirinya selalu terbuka...

Polisi dan TNI Tutup Jalan Menuju Kantor Kementerian dan MK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Polisi dan TNI masih menutup sejumlah...

Delapan Kompi Gabungan TNI dan Polri Disiagakan di MK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian menyiapkan delapan kompi pasukan untuk...

TERPOPULER

Viral: Video Prajurit TNI AD Cegah Polisi Keroyok Peserta Aksi 22 Mei

Diduga video tersebut terkait dengan peristiwa unjuk rasa 22 Mei yang berlangsung di Jakarta, namun tidak diketahui dimana lokasi video tersebut diambil.

BPN Undur ke MK, Pengamat: Dulu Mau Bawa 10 Truk Bukti, Satu Pun Tidak Muncul

"Dulu waktu menggugat hasil Pilpres 2014 juga dilakukan hari terakhir. Gembar-gembornya akan membawa 10 truk kontainer bukti kecurangan, ternyata satu truk pun tidak pernah muncul," kata Ari

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi