Mantan Wali Kota Banda Aceh Minta Pelaku Prostitusi Segera Bertaubat

0
65
Prostitusi (ilustrasi)

BANDA ACEH, SERUJI.CO.ID – Mantan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengaku prihatin serta menyayangkan atas terjadinya praktik prostitusi online di negeri yang memberlakukan hukum syariat Islam dan meminta para pelaku segera bertaubat sebelum terlambat.

“Kita semua prihatin dan malu terhadap kejadian atau praktik prostitusi online di Aceh,” kata mantan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal di Banda Aceh, Jumat (30/3).

Ia berharap semua pihak tidak mengucilkan atau mencemooh bahkan menghakimi para pelaku prostitusi online tersebut akan tetapi bersama-sama merangkul mereka (pelaku prostitusi) dan kemudian diajak kembali ke jalan Allah SWT.

“Kita ajak mereka agar segera bertaubat dengan benar-benar taubat (taubatun nasuha) sebelum ajal tiba karena ajal bisa datang kapan saja dalam hitungan detik sekalipun,” tambah Illiza yang sering disapa Bunda.

Selian itu lanjutnya, hukum harus diteggakkan dengan sungguh- sungguh agar setelah mereka (pelaku prostitusi) menjalani hukuman tidak mengulagi lagi perbuatan keji dan mungkar yang dapat mencoreng nama baik daerah tersebut.

Illiza sepakat, perbuatan pelaku prostitusi adalah salah satu perbuatan keji dan selain itu juga pelaku telah mencoreng wajah kedua orang tuanya, daerah asal, bahkan secara umum provinsi yang selama ini memberlakukan hukum syariat Islam.

“Kendati demikian, sesunggughnya jika para pelaku sadar, lalu segera bertaubat kepada Allah atas perbuatannya maka kita belum tentu lebih baik dari mereka,” ujar mantan Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Banda Aceh itu.

Mantan Wali Kota Banda Aceh juga mengutip ayat Alquran diantaranya, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sungguh zina itu suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS.Al Israa, ayat 32).

Kemudian di ayat yang lain, “Dan jika mereka bertaubat, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, maka (berarti mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.” QS. At-Taubah, ayat 11).

Sebelumnya, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh telah menangkap seorang pria yang diduga sebagai germo atau pelaku prostitusi oline berinisial (MRS).

Hasil pengembangan tersebut secara bersamaan juga turut diamankan tujuh orang perempuan yang diduga terlibat dalam kasus tersebut diantaranya, Ayu (28), CA (24), RM (23), DS (24), RR (21), IZ (23), dan MJ (23).

Kemudian secara terpisah diwaktu berbeda, jajaran Kepolisian Resor (Polresta) Lhokseumawe juga telah menangkap sebanyak tujuh pelaku prostitusi online di kawasan Cunda, Kecamatan Muara Dua, Senin (26/6) malam.

Ada pun indentitas pelaku tersebut, FA (28), CSM (35), MS (50), GW (33), SR (21), RR (24), dan ES (33). (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Politikus: Jokowi Akan Lebih Mudah Merealisasikan Pekerjaannya Bersama PKB

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Fandi Utomo menilai pekerjaan Jokowi akan lebih mudah jika bersama PKB pada Pemilihan Umum Presiden RI...
KPU

KPU: Verifikasi Caleg Akan Diselesaikan Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia menyatakan bakal menyelesaikan verifikasi administrasi calon anggota Legislatif (Caleg) DPR RI pada Sabtu (21/7) malam hari...

Gempa Sumbar Sebabkan 12 Rumah Rusak

AROSUKA, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Sumatera Barat mencatat sebanyak 12 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 5,5 Skala...
Gempa

Solok dan Dharmasraya Juga Rasakan Gempa Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter yang menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB juga dirasakan di Solok...

Masyarakat Berlarian ke Luar Rumah Saat Terjadi Gempa di Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID- Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) kembali menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB setelah sebelumnya kota itu...