Mantan Pecandu Narkoba Bakal Dapat Bantuan Usaha Produktif

0
55
Mantan pecandu narkoba memperoleh pembinaan
Mantan pecandu narkoba memperoleh pembinaan untuk bisa produktif. (ilustrasi)

REJANG LEBONG, SERUJI.CO.ID – Mantan pecandu narkoba yang menjalani rehabilitasi di Panti Karunia Insani House, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mendapat bantuan pengembangan usaha produktif.

Menurut keterangan ketua Yayasan Wahyu Insani yang mengelola Panti KIH Rejang Lebong, Femmy Sarnianzah di Rejang Lebong, Kamis (19/10), bantuan untuk mantan pencandu narkoba ini akan diberikan oleh Kemensos RI dalam bentuk program bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

“Besaran bantuan yang akan diberikan dalam program UEP ini per orangnya Rp 5 juta. Bantuan ini khusus diberikan kepada mereka yang sudah menjalani rehabilitasi di panti ini,” katanya.

Adapun calon penerima bantuan program tersebut, saat ini sudah 24 orang yang masih menjalani rehabilitasi di Panti Karunia Insani House. Semuanya adalah mantan pecandu narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (nafza) yang berasal dari Rejang Lebong serta daerah lainnya di Bengkulu maupun di Sumsel.

Bantuan yang akan diberikan oleh Kemensos ini nantinya bukan berupa uang tunai, melainkan berbentuk barang atau materi yang nilainya sebesar Rp 5 juta.

Bantuan barang yang masih dalam pengadaan ini akan diberikan sesuai dengan kebutuhan usaha yang akan dilakoni calon penerima.

“Bantuannya berupa barang, bentuknya bervariasi sesuai dengan minat atau bidang usaha yang akan dijalankan oleh mantan pecandu nafza, mulai dari playstation, saldo pulsa, barang untuk warung manisan, pertanian, peternakan dan sebagainya,” ujar Femmy.

Diharapkan dengan adanya bantuan UEP itu nantinya mantan pencandu nafza ini bisa mengembangkan usahanya dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak kembali terpengaruh dengan narkoba.

Sebelumnya 15 dari 50 mantan pekerja seks komersial (PSK) yang menjalani pembinaan di Panti Karunia Insani House juga mendapatkan bantuan dari Kemensos untuk modal usaha dengan besaran Rp 3 juta per orangnya.

Bantuan ini hanya diberikan kepada mantan penyandang masalah sosial itu yang sudah bertobat dan ingin kembali ke masyarakat. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Beton LRT rubuh

Sandiaga: Proyek LRT Kelapa Gading-Velodrome Tidak Terhambat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan telah mendapatkan informasi terkait ambruknya konstruksi pembangunan proyek "Light Rail Transportation" (LRT) dan menjamin...
Tolak LGBT

Fraksi PKS Perjuangkan Larangan Terhadap Perilaku LGBT

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan pihaknya dengan tegas memperjuangkan agar Panitia Kerja RUU KUHP dapat memasukkan larangan terhadap perilaku lesbian, gay,...
Sekjen Golkar 2018

Airlangga Tunjuk Letjen Lodewijk Jadi Sekjen Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menunjuk Letjen (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus menggantikan Idrus Marham sebagai Sekjen DPP Golkar masa bakti...

Polda Sumut Ungkap Peredaran Narkotika Jaringan Sindikat Internasional

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Polda Sumut kembali mengungkap peredaran narkotika jaringan sindikat internasional Malaysia, Aceh, Pakanbaru, dan Medan. Tiga orang tersangka terpaksa diberikan tindakan tegas...
bandar narkoba

Bandar Narkotika Jaringan Malaysia Ini Hanya Divonis 20 Tahun

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Ali Akbar alias Dek Gam (34) warga Desa Gelanggang Teungoh, Kabupaten Biruen, lolos dari hukuman mati. Pemuda ini hanya dijatuhi hukuman...
loading...
Pariwisata Bali

Sisi Lain Pariwisata Bali

Ketika mendengar nama Bali, orang akan membayangkan pantai Kuta yang Indah dengan para bule berjemur memakai bikini. Ditengah hamparan pasir pantai yang landai dan...

Lihatlah ke Bawah, Lalu Bersyukurlah

Ambang kebahagiaan orang memang tidak sama, ada orang yang karena keterbatasan ekonomi, bisa makan nasi dengan sambal dan ikan asin saja sudah bisa merasakan...
Warok Polisi Ibukota

Sangarnya Warok-Warok Polisi Ibukota

Menyaksikan polisi sedang mengatur lalu lintas, mengamankan unjuk rasa atau mengungkap kasus kejahatan adalah hal yang lumrah. Demikian pula menyaksikan pertunjukan Reog, bukan sesuatu...