Mantan Pecandu Narkoba Bakal Dapat Bantuan Usaha Produktif

0
124
Mantan pecandu narkoba memperoleh pembinaan
Mantan pecandu narkoba memperoleh pembinaan untuk bisa produktif. (ilustrasi)

REJANG LEBONG, SERUJI.CO.ID – Mantan pecandu narkoba yang menjalani rehabilitasi di Panti Karunia Insani House, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mendapat bantuan pengembangan usaha produktif.

Menurut keterangan ketua Yayasan Wahyu Insani yang mengelola Panti KIH Rejang Lebong, Femmy Sarnianzah di Rejang Lebong, Kamis (19/10), bantuan untuk mantan pencandu narkoba ini akan diberikan oleh Kemensos RI dalam bentuk program bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

“Besaran bantuan yang akan diberikan dalam program UEP ini per orangnya Rp 5 juta. Bantuan ini khusus diberikan kepada mereka yang sudah menjalani rehabilitasi di panti ini,” katanya.

Adapun calon penerima bantuan program tersebut, saat ini sudah 24 orang yang masih menjalani rehabilitasi di Panti Karunia Insani House. Semuanya adalah mantan pecandu narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (nafza) yang berasal dari Rejang Lebong serta daerah lainnya di Bengkulu maupun di Sumsel.

Bantuan yang akan diberikan oleh Kemensos ini nantinya bukan berupa uang tunai, melainkan berbentuk barang atau materi yang nilainya sebesar Rp 5 juta.

Bantuan barang yang masih dalam pengadaan ini akan diberikan sesuai dengan kebutuhan usaha yang akan dilakoni calon penerima.

“Bantuannya berupa barang, bentuknya bervariasi sesuai dengan minat atau bidang usaha yang akan dijalankan oleh mantan pecandu nafza, mulai dari playstation, saldo pulsa, barang untuk warung manisan, pertanian, peternakan dan sebagainya,” ujar Femmy.

Diharapkan dengan adanya bantuan UEP itu nantinya mantan pencandu nafza ini bisa mengembangkan usahanya dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak kembali terpengaruh dengan narkoba.

Sebelumnya 15 dari 50 mantan pekerja seks komersial (PSK) yang menjalani pembinaan di Panti Karunia Insani House juga mendapatkan bantuan dari Kemensos untuk modal usaha dengan besaran Rp 3 juta per orangnya.

Bantuan ini hanya diberikan kepada mantan penyandang masalah sosial itu yang sudah bertobat dan ingin kembali ke masyarakat. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
KPU

KPU: Verifikasi Caleg Akan Diselesaikan Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia menyatakan bakal menyelesaikan verifikasi administrasi calon anggota Legislatif (Caleg) DPR RI pada Sabtu (21/7) malam hari...

Gempa Sumbar Sebabkan 12 Rumah Rusak

AROSUKA, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Sumatera Barat mencatat sebanyak 12 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 5,5 Skala...
Gempa

Solok dan Dharmasraya Juga Rasakan Gempa Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter yang menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB juga dirasakan di Solok...

Masyarakat Berlarian ke Luar Rumah Saat Terjadi Gempa di Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID- Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) kembali menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB setelah sebelumnya kota itu...
gempa

Gempa Sumbar Tewaskan Satu Orang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Seorang warga Lubuk Silasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, bernama Bustami (63) meninggal dunia akibat tertimpa bangunan rumahnya...