Mahasiswa Palembang Penghina Ojek Online Minta Maaf

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID – Mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Palembang, Sumatera Selatan, yang membuat percakapan di media sosial yang isinya memuat kalimat menghina pengemudi ojek daring (online) meminta maaf.

Permohonan maaf diungkapkan secara langsung oleh mahasiswa Universitas Bina Darma (UBD) Palembang Redi Oktar di hadapan ratusan pengemudi ojek daring yang melakukan aksi unjuk rasa secara damai di depan kampus UBD Palembang, Senin (27/11).

Pernyataan permohonan maaf itu disampaikan Redi didampingi sejumlah dosen dengan pengamanan ketat personel Polresta Palembang yang dimpimpin oleh Kompol Mayestika Hidayat.

“Saya atas nama pribadi memohon maaf kepada seluruh pengemudi ojek daring yang ada di Kota Palembang dan daerah lainnya, pernyataan dalam status instagram yang dinilai ada kata-kata penghinaan terhadap profesi ojek daring di luar kesadaran dan tidak disengaja,” ujarnya.


Setelah menyampaikan permohonan maaf itu, mahasiswa bersangkutan diamankan ke dalam kampus, dan pengemudi ojek daring membubarkan diri dengan tertib meskipun kurang puas dengan permintaan maaf.

Pengurus Paguyuban Ojek Daring Palembang Sidat pada saat melakukan aksi menyatakan dia bersama rekan-rekan seprofesinya melakukan aksi unjuk rasa di kampus UBD untuk meminta pertanggungjawaban mahasiswa yang dinilai telah menghina profesi mereka.

Dalam aksi itu mereka meminta mahasiswa bersangkutan untuk meminta maaf secara terbuka kepada pengemudi ojek dan pihak UBD Palembang menjatuhkan sanksi berupa pemecatan sebagai mahasiswa.

Permintaan maaf yang dilakukan mahasiswa secara langsung dan pernyataan untuk memproses mahasiswa dengan sanksi sesuai dengan ketentuan oleh dosen UBD di hadapan peserta aksi unjuk rasa bisa diterima sebagian besar pengemudi ojek dan meredakan kemarahan mereka.

Peristiwa tersebut semoga bisa menjadi pelajaran bagi mahasiswa bersangkutan dan masyarakat lainnya secara umum untuk tidak melecehkan/menghina profesi ojek, katanya.

Perwira Polresta Palembang Kompol Mayestika Hidayat pada kesempatan itu meminta kepada pengemudi ojek daring untuk menerima permintaan maaf mahasiswa tersebut dan tidak melakukan aksi lanjutan yang dapat menggaggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Aksi damai yang dilakukan pengemudi ojek daring di kampus UBD secara damai merupakan bukti pengemudi ojek adalah orang-orang yang terpelajar, taat hukum, dan bisa diajak bicara dengan kepala dingin untuk menyelesaikan suatu permaslahan, kata Mayestika. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap KONI

"KPK telah tiga kali yakni pada 31 Juli, 2 Agustus, dan 21 Agustus 2019 mengirimkan panggilan untuk meminta keterangan, tapi IMR tidak pernah datang. KPK sudah memberikan ruang yang cukup bagi IMR untuk memberi keterangan dan klarifikasi pada tahap penyelidikan," ujar Marwata.

Bejat, Oknum Guru Meniduri Muridnya Ratusan Kali Bermodal Janji Menikahi

Aksi bejat yang berlangsung sejak tahun 2014 saat Lan masih berusia 14 tahun itu, dilakukan dengan jurus rayuan telah jatuh cinta pada Lan dan berjanji akan menikahi jika Lan telah berusia 18 tahun.

DPR Terima Surat KPK Soal Firli, Gerindra: Aneh Komisioner Lakukan Serangan di Detik-Detik Akhir

"Ini ada ketakutan yang luar biasa terhadap Firli. Penolakan luar biasa kepada Firli kan aneh nah ini lah intinya dalam fit and proper test ke depan kita akan pertanyakan hal-hal yang seperti itu," ungkap Desmond.

Akhirnya, KPAI Cabut Surat Permintaan Penghentian Audisi Bulu Tangkis Djarum

Kesepakatan itu diambil usai pertemuan antara KPAI dengan PB Djarum yang dipimpin oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi hari ini di Kantor Kemenpora, Jakarta, hari ini, Kamis (12/9).

Habibie Berpulang dengan Didampingi Anak-Cucu dan Keluarga Dekat

Presiden ke-3 RI Burhanuddin Jusuf Habibie saat wafat di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9), ditemani oleh keluarga dekat termasuk kedua anak dan cucu-cucunya.

Innalillahi, Presiden ke-3 RI BJ Habibie Wafat Pada Pukul 18.05 WIB

Habibie wafat pada usia 83 tahun di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto Jakarta Rabu pukul 18.05 WIB, menurut Putra Habibie, Thareq Kemal Habibie.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Yuk, Kenali Jenis Busana Tunik