close

Legislator: Pelaksanaan Syariat Islam Bukan Penghambat Investasi

BANDA ACEH, SERUJI.CO.ID – Anggota DPR Aceh Bardan Saidi menyatakan pelaksanaan syariat Islam di Provinsi Aceh bukan penghambat investasi yang masuk ke daerah itu.

“Syariat Islam, terutama pelaksanaan hukuman cambuk di hadapan orang banyak tidak menjadi penghambat investasi dan investor ke Provinsi Aceh,” kata Bardan Saidi di Banda Aceh, Ahad (15/4).

Anggota Komisi III DPR Aceh membidangi investasi dan keuangan Aceh itu menilai laju pertumbuhan investasi di Aceh masih bergerak lambat. Lambatnya pertumbuhan tersebut bukan karena dalih pelaksanaan syariat Islam.

“Dari beberapa kali mengikuti bisnis forum baik lokal, regional nasional, dan internasional, masih menempatkan Provinsi Aceh sebagai daerah yang tidak ramah investasi. Tidak ramah investasi bukan karena syariat Islam,” ketus dia.


Menurut Bardan Saidi, ada sejumlah alasan investor enggan berinvestasi di Provinsi Aceh. Di antaranya krisis energi, di mana di Aceh belum tersedia pasokan energi listrik yang stabil.

Kemudian, lanjut anggota DPR Aceh dari Fraksi PKS dan Gerindra tersebut, masalah infrastruktur yang belum memadai menjadi persoalan utama investasi.

Begitu juga kendala lainnya, kata dia, seperti kemudahan dalam pengurusan izin, pembebanan pajak ganda, retribusi dan pajak daerah, sebelum perusahaan mapan, dan mempekerjakan masyarakat.

“Termasuk isu keamanan, di aman masih ada keluhan pajak ilegal yang membebani investor di Aceh. Jadi, syariat Islam bukan penghambat investasi ke Aceh,” kata Bardan Saidi.

Oleh karena itu, lanjut dia, isu pelaksanaan syariat Islam, terutama prosesi hukuman cambuk di depan umum atau pun tidak di depan umum yang mencuat terkait dengan investasi di Provinsi Aceh, tidak ada korelasinya sama sekali.

“Sebagai contoh di negara-negara Timur Tengah, investasi berkembang pesat. Padahal, mereka juga menerapkan hukum cambuk maupun hukum gantung di depan umum,” pungkas Bardan Saidi. (Ant/SU02)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Dugaan Memberi Kesaksian Palsu, Kivlan Zen Akan Polisikan Iwan Kurniawan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Tersangka dugaan kepemilikan senjata api ilegal,...

Andik Vermansyah Ucapkan “Happy Anniversary” Kepada Persebaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pemain Madura United Andik Vermansyah mengucapkan happy...

Massa Aksi Baca Al-Quran di Sekitar Gedung MK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Sejumlah massa aksi tergabung dalam Gerakan...

17 Anggota Polres Biak Diperiksa Terkait Kematian Tahanan

BIAK, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Kabupaten Biak Numfor, Papua,...

Empat SMP di Yogyakarta Sisakan Kuota PPDB Jalur Bibit Unggul

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID - Sejumlah SMP negeri di Kota Yogyakarta masih...

Wagub Banten Minta FKUB Aktif Membantu Menghentikan Politisasi Agama

SERANG, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy meminta...

TERPOPULER