Kurangi Tenaga Kerja, Industri Batam Beralih ke Robot

0
58
Otomatisasi Industri
Ilustrasi otomatisasi Industri

BATAM, SERUJI.CO.ID – Industri di Kota Batam, Kepulauan Riau mulai meninggalkan sumber daya manusia dan beralih menggunakan tenaga robot untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan.

“Kami harus kurangi tenaga kerja, tambah mesin, robotisasi,” kata Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Pengusaha Indonesia Kepulauan Riau Abidin Hasibuan di Batam, Kamis (7/12).

Ia mengatakan robotisasi terpaksa dilakukan untuk efesiensi biaya produksi. Beban pengeluaran untuk mesin dinilai lebih murah ketimbang untuk menggaji tenaga manusia.

Apalagi, dengan kenaikan Upah Minimum Kota 2018 yang menambah biaya produksi.

“UMK kami juga hati-hati. Dampaknya, kami mengurangi tenaga kerja, robotisasi. Sudah saatnya bergerak seperti itu,” kata bos Sat Nusa Persada itu.

Menurut dia, UMK Batam tinggi, bahkan lebih tinggi ketimbang Johor Malaysia sehingga investor harus memutar otak mencari solusi demi menekan pengeluaran.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam Lukita Dinarsyah Tuwo memaklumi langkah yang diambil pengusaha dengan mengganti tenaga manusia dengan mesin.

“Mereka semua kalau ingin bersaing harus efesiensi cost produksi. Kalau tutup rugi semua. Ini tren yang akan terjadi,” kata dia.

Semua pihak harus bersiap diri, termasuk pemerintah.

Ia mengatakan, karenanya BP mendorong potensi usaha baru yang menyerap banyak tenaga kerja.

“Kalau pengusaha beralih, mereka ingin efesiensi. Tapi kami harus mempersiapkan industri baru. Kemungkinan pengurangan ke industri lain,”kata dia.

BP Batam mendorong peralihan dari industri manufaktur ke industri pariwisata. Menurut dia, Batam memiliki potensi pariwisata yang besar, karena sumber daya alam yang bagus juga letaknya yang strategis berhadapan dengan Singapura.

Apalagi, berdasarkan catatan, industri pariwisata merupakan penyumbang devisa negara nomor dua, di bawah kepala sawit, kata dia.

Industri pariwisata memiliki turunan usaha yang banyak, seperti jasa hotel, restoran, transportasi, juga oleh-oleh.

Selain pariwisata, ia mengatakan Batam juga potensial untuk pengembangan usaha logistik, perbaikan dan perawatan pesawat terbang.

Senada dengan Lukita, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Rudi Sakyakirti menyatakan perpindahan penggunaan tenaga kerja manusia ke mesin harus disikapi bijaksana.

“Perkembangan teknologi mengakibatkan kebutuhan pekerja berkurang. Dunia sudah menuntut itu,” kata dia.

Pemerintah mempersiapkan peralihan tenaga kerja ke industri lain yang padat karya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

RUU Antiterorisme Atur Ancaman Teroris Libatkan Anak

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang tentang perubahan UU nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Dave Laksono mengakui ada pasal...

Persebaya Alami Krisis Lini Belakang

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kesebelasan Persebaya Surabaya mengalami krisis lini belakang saat menghadapi pertandingan "Derby Suramadu" melawan Madura United dalam laga pekan ke-10 Liga 1...
jokowi, joko widodo

RUU Terorisme Disahkan, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

KUNINGAN, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi memberikan tanggapan terkait Peraturan Presiden (Perpres) setelah disahkannya Revisi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang. "Perpres akan membahas teknis, hanya...

Pansus: Pemerintah Keluarkan PP Usai RUU Terorisme Disahkan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Panitia Khusus revisi UU nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Muhammad Syafi'i meminta pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah...

DPR Setujui RUU Terorisme Jadi UU

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Paripurna DPR pada Jumat (25/5) pagi menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas UU nomor 15 tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah...