Kreditur yang Menarik Jaminan Fidusia Secara Paksa Terancam Pidana

0
205

PEKANBARU – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)melalui kantor Wilayahnya di Pekanbaru, Riau, mengadakan sosialisasi mengenai perlindungan hukum terhadap masyarakat dalam hal jaminan fidusia yang diadakan secara bergiliran di kota-kota besar di seluruh Provinsi Riau.

Setelah beberapa waktu lalu Kemenkumham mengadakan sosialisasi di Kota Duri maka pada hari ini Senin (17/7), diadakan Sosialisasi di Kota Bengkalis. Acara yang diadakan di ruang pertemuan Hotel Pantai Marina Bengkalis, dihadiri oleh berbagai kalangan yang berkepentingan terhadap masalah Fidusia. Diantaranya dari kalangan Perbankan, Lembaga-lembaga Pembiayaan, Bagian Hukum kantor Pemerintahan Daerah, Pemerintahan Desa, Notaris, Imigrasi, Kepolisian, Rubasan dan praktisi hukum lainnya.

Nara Sumber yang hadir adalah dari Tim Hukum Umum Kemenkumham Jakarta, yang di pimpin oleh Bapak Iwan Supriadi, SH., Kasubdit Hukum Umum Direktorat Perdata.

Pembahasan sosialisasi Fidusia ini terkait dengan PP-RI Nomor 21 Tahun 2015 tentang Tata cara pendaftaran jaminan fidusia dan biaya pembuatan akta jaminan fidusia.

Peraturan Pemerintah tersebut terkait dengan 3 macam peraturan menteri yaitu Permen Hukum dan HAM RI Nomor 9 Tahun 2013 tentang pemberlakuan pendaftaran jaminan fidusia secara elektronik

Kedua adalah Permen Hukum dan HAM RI Nomor 8 Tahun 2013  tentang pendelegasian penandatanganan sertifikat jaminan fidusia secara elektronik

Ketiga adalah Permen Hukum dan HAM RI Nomor 10 Tahun 2013 tentang tata cara pendaftaran jaminan fidusia secara elektronik

Hal yang paling disorot dan menjadi perhatian dalam Sosialisasi ini adalah Jaminan Fidusia yang di lelang dengan cara dibawah tangan bisa menyebabkan kreditur diancam pidana, begitu juga ketika jaminan fidusia ditarik secara paksa oleh kreditur tanpa melalui prosedur penarikan yang sah dapat diancam pidana.

Lebih lanjut Iwan menjelaskan Fidusia adalah pengalihan hak atas suatu kepemilikan barang dalam hal ini adalah kepada Kreditur. Dalam benda Jaminan Fidusia tersebut, sebagian dari jaminan tersebut sudah menjadi milik nasabah dan sebagiannya juga adalah milik dari Kreditur

Menurut salah satu narasumber lain dari Kanwil Kemenkumham Pekanbaru, pendaftaran fidusia selama tahun 2016 sebanyak 213.223 transaksi dan sampai hari ini selama tahun 2017 terdapat sebanyak 122.023 transaksi pendaftaran fidusia di Provinsi Riau.

Barang Jaminan bergerak yang tidak didaftarkan Fidusia jika terjadi macet pembayaran oleh nasabah atau debitur maka kreditur yang menarik paksa dapat dilakukan proses pemidanaan perampasan dengan ganti rug.

JIka jaminan fidusia telah didaftarkan maka kreditur dalam melakukan penarikan jaminan fidusia harus melalui prosedur resmi yang wajar diantaranya dengan meminta pengawalan dari pihak kepolisian sesuai Perkap no 8 tahun 2011 dan melakukan lelang terbuka.

Namun, walaupun jaminan fidusia telah didaftarkan tetap tidak dibenarkan penarikan yang dilakukan oleh Debt Collector. Jika hal tersebut terjadi maka pihak Debt Collector pun bisa terkena sanksi pidana.

“Kreditur tidak dapat mengambil semua hasil lelang jaminan fidusia yang gagal bayar. Lelang terbuka harus dilakukan untuk melunasi sisa hutang fidusia nasabah atau debitur, dan sisa dari pelunasan harus dikembalikan pada nasabah atau debitur,” tutup Iwan Supriadi. (Rory/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Polresta Madiun Amankan Ribuan Liter Miras

MADIUN, SERUJI.CO.ID - Petugas Polres Madiun Kota, Jawa Timur mengamankan sebanyak 1.725 liter minuman keras selama Operasi Tumpas Semeru 2018 yang digelar pada tanggal...

Polisi Temukan Dua Kardus Miras di Pelabuhan Tahuna

MANADO, SERUJI.CO.ID - Polisi menemukan dua dus sekitar 46 botol minuman keras (miras) beralkohol jenis captikus pada sebuah kapal yang berlabuh di Pelabuhan Tahuna,...

Pakde Karwo Pastikan Sanksi ASN Yang Berfoto Tunjukkan Dukungan ke Gus Ipul-Puti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jatim Soekarwo memastikan telah memberi sanksi terhadap ASN (Aparatur Sipil Negara) yang tidak netralan di Pilgub Jatim 2018, dengan berfoto...
Korban Miras Oplosan

Korban Miras Oplosan di RSUD Dr Soetomo Kian Bertambah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Korban akibat menenggak minuman keras kian bertambah di Surabaya. Hingga kini terhitung sudah puluhan korban miras merasakan pesakitan di Rumah Sakit,...

Menangkan Pemilu 2019, Gerindra Bentuk Laskar Merah Putih

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Partai Gerindra Jatim tampaknya tak setengah-setengah dalam mengejar target Pemilu 2019 mendatang. Partai besutan Prabowo Subianto tersebut menargetkan sebanyak-banyaknya perolehan pemilu...