KLHK: Konflik Dengan Harimau Akibat Ulah Manusia

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Ir Wiratno menilai konflik antara harimau sumatera bernama Bonita yang memasuki perkampungan perkebunan sawit hingga menewaskan dua korban akibat kesalahan manusia.

“Yang salah perilaku manusianya,” kata Wiratno dalam keterangan pers keberhasilan penangkapan harimau Bonita di Pekanbaru, Riau, Sabtu (21/4).

Dia mengatakan satwa liar, seperti Bonita tidak akan mengganggu apalagi memasuki perkampungan dan perkebunan sawit hingga menerkam manusia jika tidak terganggu habitatnya.

Wiratno mengatakan hal itu berdasarkan sejumlah referensi dan pengalaman dirinya dalam beberapa kali mengatasi konflik manusia dengan harimau.

Ia menjelaskan, beberapa penyebab kemungkinan terganggunya satwa liar seperti Bonita adalah ketika habitat si predator itu rusak atau ada keluarga dari satwa tersebut yang mati akibat ulah manusia.

“Satwa liar tidak mengganggu kalau tidak ada yang mengganggu dia. Bisa dipastikan itu,” ujarnya.

Untuk itu, dia mengatakan bahwa penanggulangan konflik harimau dengan manusia seperti yang dilakukan di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir dengan tidak mematikan predator itu menjadi contoh bagi daerah lainnya.

Wiratno menuturkan bahwa upaya penanganan Bonita, harimau sumatera betina berusia empat tahun di Kecamatan Pelangiran merupakan atensi semua pihak, termasuk Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dia mengakui, pada dasarnya cukup banyak konflik yang terjadi antara harimau dengan manusia di sejumlah wilayah lainnya.

Dia meminta agar upaya penanggulangan dengan melibatkan tim terpadu antara BBKSDA Riau, TNI, Polri serta Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir diterapkan wilayah lainnya untuk mengatasi permasalahan yang sama.

“Antisipasi ke depan, tim terpadu jalan terus. Saya menduga masih ada konflik-konflik serupa yang akan terjadi dan sudah terjadi di daerah lain. Penanganan ini bisa jadi contoh daerah lain,” ujarnya.

Bonita, harimau sumatera betina dalam empat bulan terakhir berkeliaran di areal pemukiman warga dan perkebunan sawit PT THIP. Selama itu pula, Bonita dua kali menerkam dua manusia hingga tewas.

Jumiati, menjadi korban pertama yang meninggal pada awal Januari 2018. Perempuan berusia 33 tahun tersebut diserang Bonita saat bekerja di KCB 76 Blok 10 Afdeling IV Eboni State, Desa Tanjung Simpang, Pelangiran, Indragiri Hilir. Terakhir, Yusri Efendi (34) meregang nyawa di desa yang sama, namun berjarak sekitar 15 kilometer dari lokasi tewasnya Jumiati.

Bonita berhasil dilumpuhkan tim terpadu setelah dua kali ditembak bius pada Jumat pagi kemarin (20/4). Proses pencarian Bonita mengukir drama tersendiri, hingga yang paling menarik ketika seorang ahli bahasa satwa asal Kanada didatangkan membantu proses penangkapan, awal April 2018 lalu.

Saat ini, Bonita dievakuasi menuju pusat rehabilitasi satwa Dharmasraya, Sumatera Barat. Di pusat rehabilitasi milik Yayasan Arsari Djojohadikusumo tersebut, Bonita akan diobservasi prilaku yang selama ini dinilai menyimpang karena terlihat mendekati manusia. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Orang-Orang Merdeka

Sejak media menjadi industri, informasi dan berita harus tunduk pada kepentingan pemilik modal, dan erubahlan wartawan hanya sebagai alat produksi semata

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close