Kemenag Riau Matangkan Persiapan Negerikan 1.724 Madrasah Swasta

0
16
Madrasah

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Kanwil Kemenag Riau mulai tahun 2018 mematangkan berbagai persiapan untuk meningkatkan status 1.724 Madrasah swasta menjadi negeri secara bertahap.

“Di Riau tercatat sebanyak 1.800 madrasah, hingga tahun 2018 hanya sebanyak 76 atau 7,6 persen yang sudah berstatus negeri,” kata Kepala Kanwil Kemenag Riau, Drs Ahmad Supardi Hasibuan MA, di Pekanbaru, Senin (2/4).

Menurut dia, untuk sekolah umum sangat mudah meningkatkan satatus negerinya, namun berbeda dengan madrasah yang membutuh perjuangan yang panjang, karena izinnya harus ditempuh lintas sektoral.

Untuk mendapatkan izinnya, katanya, harus disetujui oleh Menpan RB, Kemenkeu, termasuk BKN karena menyangkut pegawai dan tenaga pendidik yang akan mengoperasional pada madrasah tersebut.

“Peningkatan status madrasah swasta menjadi negeri dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas yang tetap menjadi perhatian utama Kemenag dalam memperbaiki dan mewujudkan reformasi birokrasi yang telah lama berjalan,” katanya.

Di Riau, katanya, banyak madrasah swasta yang perlu sentuhan, tercatat sebanyak 156 madrasah yang akan dinegerikan di seluruh Indonesia tahun 2018, artinya secara prinsip dalam status disetujui.

Dari 156 madarasah tersebut, katanya, sebanyak 14 madrasah swasta di Riau yang mendapat status akan dinegerikan atau sekitar 10 persen lebih itu.

“Dari 156 madarasah itu yang baru keluar SK-nya baru 36 madrasah secara nasional, dan dari 36 itu ada 2 di Riau, 1 di Kabupaten Palalawan dan 1 madrasah lainnya di Kabupaten Kampar,” katanya Ahmad.

Oleh karena itu, katanya, Kanwil Kemenag Riau terus menggiatkan 12 madrasah lagi yang diupayakan penegriannya. Perjuangan ini harus terus digiatkan mencermati perbandingan jika sekolah madrasah yang negeri mencapai 90 persen negeri dan hanya 10 persen yang swasta.

Ahmad Supardi Hasibuan menekankan bahwa minimal satu kabupaten atau kota telah memiliki 1 madrasah Ibtidaiyah yang negeri, kendati ini pun masih kurang, bahkan hanya ada 19 MIN di Riau. Padahal kecamatan di Riau tercatat sebanyak 162 seyogyanya juga 162 MI tersedia di Riau.

“Kita berkomitmen terus memperjuangkan penegerian madrasah swasta tentunya harus memenuhi segala persyaratan sebuah madrasah negeri. Madrasah itu tidak seperti sekolah Kemendikbud, karena begitu madrasah dinegerikan maka secara otomatis menjadi satker,” katanya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Api Sumur Minyak di Aceh Timur Belum Bisa Dipadamkan

ACEH TIMUR, SERUJI.CO.ID - Kobaran api di sumur pengeboran minyak tradisional di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Propinsi Aceh yang...

Kejaksaan Tangkap Buronan Korupsi Rp12,09 Miliar

Jakarta, 25/4 (Antara) - Tim Intelijen Kejaksaan Agung bersama Tim Kejaksaan Tinggi Jambi meringkus buronan kasus korupsi yang merugikan negara Rp12,09 miliar Ferry Nursanti...

Korban Tewas Pengeboran Ilegal di Aceh Bertambah

ACEH TIMUR, SERUJI.CO.ID – Ledakan sumur minyak yang terjadi di desa Pasi Putih, Kecamatan Rantau Peurelak, Aceh Timur telah menelan 10 korban jiwa. Informasi yang...

Kejaksaan Jakarta Pusat Eksekusi Kapal Bajak Laut

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Tim Eksekutor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, berhasil mengeksekusi barang bukti kapal MT Matahari Laut yang berada di Bandar Victory, Batam, Kepulauan...
KTP-el

Bawaslu Jateng: 300 Ribuan Calon Pemilih Belum Miliki KTP-el

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Bawaslu Jawa Tengah mencatat masih ada sekitar 300 ribu penduduk provinsi ini yang belum terekam data E-KTP sehingga belum tercatat dalam...