Kemenag Aceh: Laporkan Jika KUA Pungut Biaya Nikah

TAKENGON, SERUJI.CO.ID – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, Amrun Saleh, meminta masyarakat agar melaporkan jika ada Kantor Urusan Agama (KUA) yang memungut biaya nikah terhadap calon pengantin.

Saat berbicara acara bimbingan calon pengantin di Takengon, Rabu (4/4) Amru menyatakan, saat ini setiap KUA harus melayani nikah calon pengantin tanpa biaya, terkecuali jika calon pengantin melaksanakan akad nikah di luar KUA.

“Kalau KUA yang kutip silahkan lapor, kita akan tindak tegas. Tapi kalau biaya adat itu bukan ranah kita,” tutur Amrun Saleh.

Amrun menjelaskan bahwa jika calon pengantin memilih untuk melangsungkan akad nikah di luar KUA maka ketentuan nol biaya nikah tidak berlaku.

Untuk hal ini, kata Amrun, setiap calon pengantin akan terkena biaya sebesar Rp600 ribu dan biaya tersebut akan disetorkan ke kas negara.

“Itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2015 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Agama,” sebut Amrun.

Lanjut dia bahwa di sebagian daerah memang ada yang memberlakukan biaya adat bagi setiap calon pengantin. Hal itu berada di luar ranah Kementerian Agama.

Sementara acara bimbingan bagi calon pengantin akan berlangsung selama dua hari di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, mulai 3 – 4 April 2018.

Kegiatan itu diikuti oleh 46 peserta dari empat kecamatan di Aceh Tengah yakni Kecamatan Bebesen, Kebayakan, Lut Tawar, dan Kecamatan Pegasing.

“Acara ini dibiayai dari DIPA Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah tahun anggaran 2018,” tutur Amrun Saleh.

Acara tersebut turut menghadirkan sejumlah pembicara diantaranya dari kalangan ahli fiqih dan psikolog.

Setiap peserta nantinya juga akan diberikan sertifikat di akhir acara dan mulai dibolehkan berkonsultasi dengan pihak KUA seputar persiapan yang harus dilakukan jelang akad nikah. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER