Kebijakan Pemkab Aceh Selatan Naikkan Harga LPG Disesalkan

0
72
Simpang Keude Aru, Kota Tapaktuan, 26 Januari 2016 (Foto: sumadiarsyah/menatapdesa)

TAPAKTUAN, SERUJI.CO.ID – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Aceh Selatan menyesalkan kebijakan Pemerintah Aceh dan Pemkab setempat menaikkan harga eceran tertinggi (HET) LPG bersubsidi 3 Kg mencapai Rp23.000/tabung.

“Kami menilai kebijakan pemerintah menaikkan HET LPG 3 Kg mencapai Rp23.000/tabung belum tepat. Apalagi kondisi perekonomian masyarakat Aceh khususnya Aceh Selatan sekarang ini sedang sulit,” kata Sekretaris IMM Aceh Selatan, Zulfandi SH kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu (18/10).

Disebutkan, kondisi perekonomian masyarakat Aceh khususnya Aceh Selatan sedang sulit, karena minimnya ketersediaan lapangan kerja baru sementara harga kebutuhan pokok terus merangkak naik.

Loading...

Sulitnya mata pencaharian masyarakat Aceh Selatan sekarang ini, kata Zulfandi, disebabkan perkebunan pala yang merupakan mata pencaharian utama mayoritas masyarakat setempat sudah tidak mendukung lagi.

Keberadaan perkebunan pala di wilayah Aceh Selatan, kata dia, telah banyak yang mati akibat diserang hama penggerek batang dan jamur akar putih. Akibatnya, banyak petani yang terpaksa mengalihkan mata pencahariannya menjadi buruh bangunan.

“Dengan matinya mayoritas perkebunan pala di daerah ini telah mengakibatkan perekonomian masyarakat anjlok drastis. Nah, disaat perekonomian sedang morit-marit, seharusnya pemerintah tidak mengambil kebijakan menaikkan HET LPG 3 Kg. Sebab kebijakan tersebut justru makin memberatkan beban hidup mereka,” sesalnya.

Selain masalah anjlok perekonomian masyarakat, sambung Zulfandi, kenaikan HET LPG 3 Kg juga tidak didukung dengan ketersediaan tabung gas bersubsidi kemasaran 3 Kg di pasaran.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU