Kebijakan Pemkab Aceh Selatan Naikkan Harga LPG Disesalkan

TAPAKTUAN, SERUJI.CO.ID – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Aceh Selatan menyesalkan kebijakan Pemerintah Aceh dan Pemkab setempat menaikkan harga eceran tertinggi (HET) LPG bersubsidi 3 Kg mencapai Rp23.000/tabung.

“Kami menilai kebijakan pemerintah menaikkan HET LPG 3 Kg mencapai Rp23.000/tabung belum tepat. Apalagi kondisi perekonomian masyarakat Aceh khususnya Aceh Selatan sekarang ini sedang sulit,” kata Sekretaris IMM Aceh Selatan, Zulfandi SH kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu (18/10).

Disebutkan, kondisi perekonomian masyarakat Aceh khususnya Aceh Selatan sedang sulit, karena minimnya ketersediaan lapangan kerja baru sementara harga kebutuhan pokok terus merangkak naik.

Sulitnya mata pencaharian masyarakat Aceh Selatan sekarang ini, kata Zulfandi, disebabkan perkebunan pala yang merupakan mata pencaharian utama mayoritas masyarakat setempat sudah tidak mendukung lagi.

Keberadaan perkebunan pala di wilayah Aceh Selatan, kata dia, telah banyak yang mati akibat diserang hama penggerek batang dan jamur akar putih. Akibatnya, banyak petani yang terpaksa mengalihkan mata pencahariannya menjadi buruh bangunan.

“Dengan matinya mayoritas perkebunan pala di daerah ini telah mengakibatkan perekonomian masyarakat anjlok drastis. Nah, disaat perekonomian sedang morit-marit, seharusnya pemerintah tidak mengambil kebijakan menaikkan HET LPG 3 Kg. Sebab kebijakan tersebut justru makin memberatkan beban hidup mereka,” sesalnya.

Selain masalah anjlok perekonomian masyarakat, sambung Zulfandi, kenaikan HET LPG 3 Kg juga tidak didukung dengan ketersediaan tabung gas bersubsidi kemasaran 3 Kg di pasaran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER