Kebakaran Menghanguskan Puluhan Kios Pedagang Pasar Minggu

BENGKULU, SERUJI.CO.ID – Kebakaran menghanguskan puluhan tempat berjualan berupa kios milik pedagang Pasar Minggu, Kelurahan Belakang Pondok, Kota Bengkulu, pada Sabtu (11/5) pagi dan dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

“Tidak ada korban jiwa tapi kerugian cukup besar,” kata Kepala Kantor Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Bengkulu Saipul Apandi.

Saipul mengatakan, api mulai membakar lapak pedagang pada saat adzan subuh dan dengan cepat menyebar dan menghanguskan bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu itu.

Setelah mendapat laporan dari warga, Saipul yang saat itu sedang makan sahur, langsung menurunkan tim pemadam untuk memadamkan si jago merah.

Sebanyak sembilan kendaraan pemadam kebakaran yang ada di kantor itu diturunkan untuk mengendalikan api sehingga tidak meluas membakar kios dan rumah toko di sekitarnya.

Kerja cepat petugas mampu memadamkan api pada pukul 06.55 WIB sehingga api dapat dilokalisir dan dipadamkan.

“Sebagian besar yang terbakar adalah lapak berjualan yang dikelola Koperasi B Pasar Minggu yang ditempati pedagang pakaian, tas, sendal dan sepatu,” ucapnya.

Penyebab kebakaran, lanjut Saipul, belum diketahui secara pasti dan akan menjadi ranah penyelidikan pihak kepolisian.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bisa Terima Capres Yang “Ikut” Perayaan Natal, Kenapa Keberatan Jika Hadiah Lomba dari Denny JA?

Karena sifat lomba ini yang sedemikian terbuka, tentu pihak-pihak yang mendukung wacana "NKRI Bersyariah" ini dapat juga menulis pemikirannya dan ikut serta dalam lomba ini. Apalagi jelas-jelas topik yang dilombakan ini adalah MENGUPAS esai yang ditulis Denny JA. Apakah mengupas dalam koteks setuju dengan tesis Denny JA, maupun tidak bersepakat dengannya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.