Kapolda Riau Bersyukur Kerusuhan di Rutan Siak Tidak Memakan Korban Jiwa

SIAK, SERUJI.CO.ID – Kepala Kepolisian Daerah Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo mengaku bersyukur tidak ada korban jiwa saat insiden kerusuhan yang berujung pembakaran Rutan Siak Sri Indrapura, Sabtu (11/5) dini hari.

“Kita berusaha masuk ke dalam, kondisi kebakaran sudah bisa dipadamkan oleh pemadam kebakaran Kabupaten Siak. Alhamdulillah tak ada korban manusia,” kata Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo saat mengunjungi Rutan Siak Sri Indrapura, Sabtu (11/5) pagi.

Korban jiwa memang tidak ada, namun dilaporkan seorang perwira Polres Siak terluka tembak saat insiden tersebut dan kini sedang mendapatkan perawatan.

Kapolda mengatakan jajarannya saat ini melakukan negosiasi dengan warga binaan yang masih tersisa di dalam rutan agar mereka berkenan pindah ke rutan lain karena Rutan Siak sudah ludes terbakar.

Dikatakannya, bahwa saat ini sudah ada sekitar 110 warga binaan yang sudah dievakuasi ke Gedung Serbaguna Maharatu. Sementara jumlah keseluruhan warga binaan di Rutan Siak adalah sebanyak 648 orang.

“Kita akan cek berapa jumlah sebenarnya yang ada,” kata Kapolda.

Saat ini, diperkirakan ada 34 warga binaan Rutan Siak yang diperkirakan kabur usai kejadian. Dan kini petugas sedang mengejar mereka yang kabur tersebut.

Sebelumnya, warga binaan di Rutan Siak mengamuk dan membuat kerusuhan hingga membakar bangunan pada Sabtu dini hari (11/5), sekitar pukul 02.00 WIB.

Kericuhan diduga bermula saat petugas Rutan mengamankan sejumlah orang yang diduga menggunakan narkoba di dalam penjara.

Sejumlah rekan warga binaan yang diamankan tersebut tidak terima dan membuat gaduh hingga berujung kericuhan.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.