Kamis Dinihari, Gunung Sinabung Kembali Meletus

0
32
Gunung Sinabung
Gunung Sinabung meletus Kamis, 12/10/2017. (Foto: BNPB)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Gunung Sinabung, Sumatera Utara meletus Kamis (12/10) dinihari namun tidak ada korban jiwa serta jumlah pengungsi tidak bertambah akibat letusan gunung api aktif itu, kata Kepala Pusdatin dan Humas Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Sutopo Purwo Nugoro.

“Masyarakat sudah terbiasa melihat letusan Gunung Sinabung karena sejak ditetapkan Status Awas pada 2 Juni 2015 hampir setiap hari terjadi letusan,” kata Sutopo lewat keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis (12/10).

Dia mengatakan Pos Pengamatan Gunung Sinabung PVMBG melaporkan letusan dengan tinggi kolom abu vulkanik dua ribu meter yang diikuti awan panas guguran dengan jarak luncur 1.500 meter ke arah selatan dan 2.000 meter ke arah timur-tenggara. Angin bertiup lemah-sedang ke arah timur-tenggara dengan lama gempa erupsi 366 detik.

Sebelum itu, juga terjadi letusan pada 11 Oktober 2017 pukul 10.51 WIB dengan tinggi kolom abu vulkanik 1.500 meter. Angin bertiup lemah-sedang ke arah timur-tenggara. Lama gempa erupsi 333 detik dengan hujan abu terjadi di beberapa desa di sekitar Gunung Sinabung.

Sutopo Purwo Nugroho mengatakan desa-desa yang masuk dalam zona merah memang kosong. Ribuan jiwa warga masyarakat sudah mengungsi, bahkan sebagian sudah direlokasi ke tempat yang lebih aman sementara lainnya menunggu relokasi.

BNPB, kata dia, terus memberikan bantuan kepada pengungsi dan masyarakat sekitar Gunung Sinabung. BNPB telah menyalurkan bantuan dana siap pakai untuk penanganan pengungsi sejak 2013 hingga September 2017 mencapai Rp 321,6 miliar.

Dana itu untuk bantuan anak sekolah, jaminan hidup, biaya listrik, air bersih, sewa jambur untuk tempat pengungsian, pembangunan sekolah darurat, MCK, tempat ibadah, sewa rumah, sewa lahan pertanian dan sebagainya.

“Bupati Karo menjadi penanggung jawab penanganan dampak letusan Gunung Sinabung dan BNPB terus memberikan pendampingan dan bantuan,” kata dia.

1
2
BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

imunisasi bayi

Difteri Mewabah, Inilah Upaya Pemerintah Lampung

BANDARLAMPUNG, SERUJI.CO.ID - Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae kini sedang menjadi perhatian serius pemerintah, dari pusat hingga daerah untuk melakukan pencegahan dan pengobatannya. Provinsi...
Setya Novanto dan KPK

Setnov Hadiri Sidang Perdana Pembacaan Dakwaan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR Setya Novanto menghadiri sidang perdana pembacaan dakwaan kasus dugaan tindak pidana korupsi KTP-elektronik (KTP-el) di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)...
Satgas Pangan sidak harga sembako

Pedagang Naikkan Harga Sepihak, Polres Akan Tindak Tegas

CIANJUR, SERUJI.CO.ID - Polres Cianjur, Jawa Barat, akan menindak tegas agen dan pedagang yang bermain menaikkan harga secara sepihak sehingga berdampak terhadap keresahan di...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...