Kakanwil Sumut Imbau Keluarga Tunjukkan Persembunyian Napi Buron

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Dewa Putu Gede, mengimbau pihak keluarga narapidana agar menunjukkan tempat persembunyian warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas III Simpang Ladang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat yang masih buron.

“Selain itu, warga masyarakat yang melihat narapidana (napi) itu, bersembunyi dan berkeliaraan secepatnya melaporkan kepada petugas keamanan,” ujar Putu Gede, di Medan, Rabu (23/5).

Masyarakat yang melaporkan tempat persembunyian napi itu, menurut dia, kerahasian identitas mereka juga dijaga dan dilindungi oleh petugas keamanan.

“Kami tidak akan membocorkan identitas warga, karena mereka juga dianggap membantu tugas negara dan perlu diapresiasi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, personel TNI-Polri dan petugas Lapas, saat ini masih terus memburu napi yang melarikan diri dan juga belum menyerahkan diri.

Ketika ditanyakan apakah napi itu kemungkinan melarikan diri ke luar Kabupaten Langkat, Putu Gede mengatakan belum mengetahuinya dan tidak ada laporan dari petugas yang berada di lapangan.

“Kita berharap 54 napi yang belum menyerahkan diri, segera kembali ke Lapas Narkotika Langkat,” katanya.

Putu Gede menambahkan, napi yang telah menyerahkan diri ataupun ditangkap sebanyak 116 orang dari jumlah 170 orang melarikan diri dan belum ditemukan 54 napi lagi.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Diakuisisi atau Mengakuisisi: Satu Demi Satu Jatuh ke Tangan Asing

Suatu saat Anda didatangi oleh manajer pengembangan usaha Unilever menawari Anda untuk membeli 100% saham perusahaan Anda dengan harga 25 tahun laba alias Rp250 miliar. Anda dipersilakan pensiun dengan menikmati laba 25 tahun kedepan dalam bentuk uang tunai. Anda tertarik tidak? Ngiler tidak?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Lima Macam Riba Yang Diharamkam