KAHMI Medan Tolak Kehadiran Presiden Jokowi di Munas

0
1619
KAHMI Medan
Pengurus Harian KAHMI Medan saat memaparkan alasan penolakan terhadap kehadiran Jokowi dalam Munas KAHMI Ke-10 di Penang Corner Medan, Selasa (14/11/2017). Ketua KAHMI Medan Ahsanul Fuad (tengah). (Foto: SERUJI)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Majelis Daerah (MD) Medan menolak kehadiran Presiden Jokowi dalam pemilihan Presidium Majelis Nasional (MN) Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 KAHMI yang akan digelar di Hotel Santika, Medan, pada 17 November 2017 mendatang.

“Keinginan Jokowi untuk menghadiri Munas terindikasi adanya intervensi dari pemerintah terhadap jalannya Munas dalam hal pemilihan Presidium MN KAHMI periode 2017 – 2022,” kata Ketua KAHMI Medan Ahsanul Fuad lewat pesan singkatnya kepada SERUJI, Rabu (15/11).

Lebih lanjut Ahsanul Fuad mengungkapkan alasan penolakannya karena didasarkan pada track record presiden yang enggan menggunakan kekuasaannya saat Aksi 212 (Bela Islam).

Dia mengingatkan, KAHMI tidak boleh menjadi bagian orang yang menistakan agama.

“Jika Jokowi mau menggunakan kekuasaannya saat itu, maka aksi lanjutan tentu tidak ada. Dan dia kami nilai sebagai pengkhianat perjuangan umat dan semangat Aksi 212,” ucapnya.

“Ada kawan-kawan yang ikut masuk dalam melancarkan dia (Jokowi, red) masuk dalam Munas KAHMI. Ini sangat saya sayangkan,” ungkapnya.

Dia melihat indikasi bahwa Munas akan dijadikan sebagai ajang politik bagi sebagian warga KAHMI yang saat ini berdekatan dengan penguasa.

“KAHMI Medan sangat prihatin terhadap fenomena ini,” tuturnya.

Karenanya, dia meminta agar KAHMI jangan terjebak kepentingan pragmatis politik.

“KAHMI harus berada di tengah tengah umat dan untuk umat,” tegasnya.

Dia mengibaratkan KAHMI merupakan skrup kecil dari turbin raksasa bernama Indonesia. Jika skrupnya longgar bukan tidak mungkin turbin akan mati, tidak bergerak sampai akhirnya jadi besi tua yang bisa “dilego” hanya kepada tukang butut.

“Untuk itu, kita mengajak seluruh majelis daerah dan majelis wilayah untuk bergabung dalam poros umat 212. Melalui poros ini, energi dan semangat 212 harus masuk. Kesadaran akan perlunya pembelaan terhadap umat Islam dan ulama harus menjadi perhatian dalam Munas nanti,” pungkasnya. (SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Hari Reresik Malioboro

Wisatawan Keluhkan Mahalnya Tarif Parkir di Yogyakarta

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID - Keluhan wisatawan terkait tarif parkir kendaraan yang melebihi ketentuan saat libur Lebaran, khususnya di kawasan wisata Kota Yogyakarta mewarnai lini massa di...

Seorang Warga Nunukan Digigit Buaya

NUNUKAN, SERUJI.CO.ID - Seorang warga Kampung Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengalami luka-luka akibat digigit buaya pada Ahad (17/6), sekitar pukul 10.30...
Mochamad Iriawan

Terungkap Pengusul Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar, Mendagri: Presiden Jokowi

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Teka-teki siapa pengusul Komisari Jendral Polisi M. Iriawan sebagai Pejabat Gubernur Jawa Barat, menggantikan Ahmad Heryawan, terjawab saat pelantikan Iriawan yang...

Satpam Sekolah Gagalkan Pencurian Laptop

PONOROGO, SERUJI.CO.ID - Satpam SMPN 2 Jetis, Marni menggagalkan pencurian "laptop" atau komputer jinjing yang dilakukan dua orang tersangka, Randy dan Dika keduanya warga Kabupaten...

Abrasi Laut Ancam Wisata Tanjung Lesung

BANTEN, SERUJI.CO.ID - Abrasi air laut berpotensi mengancam puluhan meter jalan utama menuju destinasi wisata Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, yang menjadi pilihan favorit...