KAHMI Medan Tolak Kehadiran Presiden Jokowi di Munas

0
1514
KAHMI Medan
Pengurus Harian KAHMI Medan saat memaparkan alasan penolakan terhadap kehadiran Jokowi dalam Munas KAHMI Ke-10 di Penang Corner Medan, Selasa (14/11/2017). Ketua KAHMI Medan Ahsanul Fuad (tengah). (Foto: SERUJI)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Majelis Daerah (MD) Medan menolak kehadiran Presiden Jokowi dalam pemilihan Presidium Majelis Nasional (MN) Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 KAHMI yang akan digelar di Hotel Santika, Medan, pada 17 November 2017 mendatang.

“Keinginan Jokowi untuk menghadiri Munas terindikasi adanya intervensi dari pemerintah terhadap jalannya Munas dalam hal pemilihan Presidium MN KAHMI periode 2017 – 2022,” kata Ketua KAHMI Medan Ahsanul Fuad lewat pesan singkatnya kepada SERUJI, Rabu (15/11).

Lebih lanjut Ahsanul Fuad mengungkapkan alasan penolakannya karena didasarkan pada track record presiden yang enggan menggunakan kekuasaannya saat Aksi 212 (Bela Islam).

Dia mengingatkan, KAHMI tidak boleh menjadi bagian orang yang menistakan agama.

“Jika Jokowi mau menggunakan kekuasaannya saat itu, maka aksi lanjutan tentu tidak ada. Dan dia kami nilai sebagai pengkhianat perjuangan umat dan semangat Aksi 212,” ucapnya.

“Ada kawan-kawan yang ikut masuk dalam melancarkan dia (Jokowi, red) masuk dalam Munas KAHMI. Ini sangat saya sayangkan,” ungkapnya.

Dia melihat indikasi bahwa Munas akan dijadikan sebagai ajang politik bagi sebagian warga KAHMI yang saat ini berdekatan dengan penguasa.

“KAHMI Medan sangat prihatin terhadap fenomena ini,” tuturnya.

Karenanya, dia meminta agar KAHMI jangan terjebak kepentingan pragmatis politik.

“KAHMI harus berada di tengah tengah umat dan untuk umat,” tegasnya.

Dia mengibaratkan KAHMI merupakan skrup kecil dari turbin raksasa bernama Indonesia. Jika skrupnya longgar bukan tidak mungkin turbin akan mati, tidak bergerak sampai akhirnya jadi besi tua yang bisa “dilego” hanya kepada tukang butut.

“Untuk itu, kita mengajak seluruh majelis daerah dan majelis wilayah untuk bergabung dalam poros umat 212. Melalui poros ini, energi dan semangat 212 harus masuk. Kesadaran akan perlunya pembelaan terhadap umat Islam dan ulama harus menjadi perhatian dalam Munas nanti,” pungkasnya. (SU02)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Danau Toba

KemenPURR Anggarkan Rp 800 Miliar untuk Danau Toba dan Pulau Samosir

DELI SERDANG, SERUJI.CO.ID - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan Rp 800 miliar hingga 2019 untuk membangun jalan menuju Danau Toba dan Pulau...
Besiktas - 2017

Besiktas Masuk ke Putaran 16 Besar Liga Champions Untuk Pertama Kalinya

ISTANBUL, SERUJI.CO.ID -  Juara Turki Besiktas mencapai putaran 16 besar Liga Champions untuk pertama kalinya ketika mereka bangkit dan bermain imbang 1-1 dengan tamunya Porto,...
Kapuspenkum Kejagung M Rum

Kejagung: Pembobol Kredit Bank Mandiri Segera Disidangkan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kejaksaan Agung menyatakan tersangka pembobolan kredit PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp 201,098 miliar, MS alias HP atau Aping dan EWL, segera...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...