HNSI Minta Kapal Asing Pencuri Ikan Beri Sanksi Tegas


MEDAN, SERUJI.CO.ID – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Sumatera Utara meminta kepada pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan agar tetap memproses secara hukum kapal nelayan asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

Wakil DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut Nazli, di Medan, Kamis (1/2), mengatakan, kapal penangkapan ikan ilegal tersebut, jangan sampai dilepaskan dan harus dikenakan sanksi hukum yang tegas.

Menurut dia, meski selama ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah banyak menenggelamkan atau “meledakkan” kapal asing yang melakukan pelanggaran dan mencuri ikan.

“Namun, masih saja ada yang coba- coba yang memasuki perairan Indonesia dan tanpa izin, dan hal tersebut merupakan pelanggaran hukum yang sangat berat,” ujar Nazli.

Ia mengatakan, kapal asing yang nakal itu, harus disikat habis dan tidak perlu diberikan pengampunan, karena memasuki Kedaualatan Indonesia.

Kapal ikan dari negara asing itu, juga memiliki peralatan penangkap ikan yang serba canggih dan tidak boleh dibiarkan oleh KKP dan Badan Keamanan Laut (Bakamla).

“Seluruh kapal ikan yang melakukan pelanggaran hukum harus ditangkap, sehingga dapat membuat efek jera dan tidak mengulangi lagi perbuatan salah,” ucapnya.

Nazli berharap kepada Satgas KKP, TNI -AL dan institusi penegak hukum lainnya tetap secara tegas menegakkan hukum terhadap kapal-kapal dari negara asing yang memasuki perairan Indonesia secara ilegal.

Penertiban terhadap kapal nelayan asing tersebut, harus gencar dilaksanakan dan jangan dihentikan, karena hal tersebut akan merugikan Indonesia.

Selain itu, KKP juga dapat melibatkan nelayan tradisional untuk penertiban tersebut, karena mereka lebih banyak mengetahui lokasi-lokasi kapal asing yang mencuri ikan.

“Jadi, KKP, dan TNI AL harus melibatkan nelayan setempat untuk menangkap kapal asing yang melakukan pelanggaran,” kata Wakil Ketua DPD HNSI Sumut.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan Perikanan melalui Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, Banda Aceh, menangkap kapal nelayan berbendera Malaysia.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pangkalan PSDKP Lampulo Herno Hardianto di Banda Aceh, Minggu (28/1) mengatakan, petugas juga mengamankan empat anak kapal yang semua warga negara Myanmar.

“Kapal nelayan berbendera Malaysia tersebut ditangkap saat mencuri ikan di perairan timur Aceh, sekitar 20 mil dari Langsa. Kapal ditangkap pada 24 Januari lalu sekitar pukul 04.46 WIB,” ungkap Herno.

Saat ini, kapal nelayan Malaysia tersebut diamankan di Pelabuhan Samudra Lampulo, Banda Aceh. Sebelumnya, kapal tersebut sempat dibawa singgah di Langsa. Kapal kayu dengan nama SLFA 4935 itu memiliki kapasitas 29 gross ton atau GT.

Adapun empat nelayan kapal berbendera Malaysia yang diamankan tersebut yakni Win Su Htwe, 20 tahun, nakhoda kapal, serta tiga anak buah kapal yaitu Myo Win Aung, 32 tahun, Soe Min, 34 tahun, dan Moe Moe, 39 tahun. Ke empat mereka merupakan warga Myanmar. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

close