Harga Cabai Merah di Bukittinggi Turun

BUKITTINGGI, SERUJI.CO.ID – Harga cabai merah di Pasar Bawah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), mengalami penurunan dalam dua pekan Ramadhan 1439 Hijriah.

Seorang pedagang cabai di Pasar Bawah Bukittinggi, Eli (45) Kamis (31/5), mengatakan sebelum memasuki bulan suci harga komoditas yang sering menjadi penyumbang inflasi di Sumbar itu mencapai Rp60.000 per kilogram.

“Lalu setelah itu berangsur-angsur turun terus. Sekarang saya jual Rp30.000 per kilogram,” tambahnya.

Di saat Ramadhan tidak ada kesulitan memperoleh cabai merah yang dibelinya dari daerah Lasi dan Baso Kabupaten Agam.

Sementara harga sejumlah kebutuhan pokok lain di Pasar Bawah dalam dua pekan terakhir menunjukkan kondisi stabil atau tidak mengalami kenaikan dan penurunan yaitu pada komoditas beras dijual Rp13.500 per kilogram untuk kualitas premium, Rp12.000 per kilogram beras kualitas medium.

Kemudian tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp12.000 per kilogram dan minyak goreng kemasan Rp15.000 per liter.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Bukittinggi, Alizar memastikan kebutuhan bahan pokok bagi warga setempat aman.

Sebagai bukan daerah penghasil, pemkot berkoordinasi dengan daerah penghasil seperti Agam dan Solok untuk memenuhi kebutuhan di Bukittinggi serta Bulog jika memerlukan operasi pasar.

“Yang penting masyarakat melakukan pola konsumsi secara wajar, beli sesuai dengan yang dibutuhkan. Itu akan bantu menjaga harga stabil,” ujarnya.

Menurut seorang pembeli, Nizar harga cabai merah memang sudah lebih murah dibanding awal Ramadhan.

“Pagi ini saya beli harganya Rp28.000 satu kilogram. Takut mahal jadi langsung beli dua kilogram, karena dekat lebaran biasa naik,” tambahnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close