Gubernur Gelar Soft Launching Gedung Kebudayaan Sumbar

PADANG, SERUJI.CO.ID –  Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno melakukan soft launching “Maningkek Janjang” Gedung Kebudayaan Sumbar Zona A, Jumat (19/1) sore. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Gubernur Nasrul Abit, Kepala OPD di lingkungan pemprov, Tokoh MUI Buya Masoed Abidin, seniman dan budayawan Sumatera Barat.

“Ada banyak seniman dan budayawan berkelas nasional dan internasional di Sumatera Barat, Gedung Kebudayaan Sumbar ini akan menjadi magnet semarak daya tarik wisatawan dengan karya-karya budaya Minang yang begitu unik dengan pernak-pernik perdaerah yang luar biasa,” kata Irwan Prayitno, Jumat (19/1).

Irwan Prayitno mengaku amat senang ketika Dinas Kebudayaan melakukan riset tentang jenis pakai perempuan Minang ada sebanyak 600 macam di berbagai daerah dengan aneka ragam bentuk coraknya.

“Sementara yang baru terbuku sebanyak 200 buah pada saat pagelaran pakaian Minang oleh ibu-ibu istri kepala daerah se-Sumatera Barat,” terangnya.

Pihaknya juga mengaku senang dengan keberadaan Dinas Kebudayaan karena tidak semua provinsi memiliki Dinas Kebudayaan.

Menurut dia, Sumatera Barat dengan segala kelebihan dan kekayaan intektual budaya yang tinggi menyadari betapa penting Dinas Kebudayaan sebagai upaya melestarikan kesenian dan kebudayaan Minangkabau untuk diketahui oleh generasi muda, guna membentengi diri dari pengaruh budaya asing,” ujarnya.

“Gedung ini dibangun sebagai apresiasi yang tinggi dari pemerintah provinsi Sumatera Barat terhadap kekayaan intelektuak kebudayaan seniman dan budayawan Minangkabau yang begitu banyak dan mendapat sambutan baik dimana-mana baik nasional maupun internasional,” ujar Irwan Prayitno.

Gubernur Irwan Prayitno juga berharap para seniman dan budayawan agar bersabar hingga gedung tersebut benar-benar tuntas pada tahun 2020, pembangunan selesai gedung zona B dan zona C.

“Tahun 2018 kita telah menetapkan anggaran Rp25 Miliar untuk pembangunan gedung zona B,” ungkapnya.

Baca juga: Kawasan Saribu Rumah Gadang Menuju Warisan Dunia

Agar pemakaian Gedung Kebudayaan Sumbar tersebut sesuai dengan keinginan masyarakat Sumatera Barat, Irwan memerintahkan Kepala Dinas Kebudayaan membuka dialog dengan semua elemen masyarakat, seniman, budaya, MUI, LKAAM, para ulama, dan para perantau, serta para penggerak kesenian Minangkabau baik dari dalam daerah maupun yang berada di rantau.

Sehingga, kata dia, keberadaan aktifitasnya sebagai simbol karakter budaya Sumatera Barat yang membanggakan, dan mampu pula menjadi tempat riset pengetahuan kebudayaan itu sendiri bagi semua orang.

“Dan tentu itu semua berdampak akan perkembangan kebudayaan Minangkabau yang dapat menyejahterakan masyarakat Sumatera Barat,” harapnya.

Irwan mengajak semua warganya untuk menjaga, merawat dengan baik Gedung Kebudayaan Sumbar.

“Jangan disalahgunakan pada hal-hal yang merusak nilai-nilai budaya Minangkabau itu sendiri,” pinta Irwan Prayitno Dt. Rajo Bandaro Basa.

Acara “Maningkek Janjang” ini juga dimeriahkan dengan penampilan IP band dan Arif pemenang liga Dangdut Indosiar 2018. (Zardi/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER