Gempa 5,8 SR di Nias Sempat Buat Warga Panik

GUNUNGSITOLI, SERUJI.CO.ID – Warga Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Ahad (2/6), sempat panik akibat gempa berkekuatan 5,8 Skala Richter yang mengguncang Kepulauan Nias.

Sejumlah warga yang sedang mengikuti kebaktian di sejumlah gereja sempat berhamburan keluar akibat kuatnya guncangan gempa.

Sarah, salah satu jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia, mengaku sangat kaget ketika tiba-tiba kursi yang dia duduki saat kebaktian terguncang dengan kuat.

Ia bahkan sempat melihat keluar gereja, sejumlah jemaat gereja GNKP Indonesia di Jalan Sudirman, Kota Gunungsitoli yang sedang menunggu kebaktian kedua selesai berhamburan keluar pagar.

“Saya sedang kebaktian ketika terjadi gempa, dan saya lihat banyak jemaat yang sedang menunggu di luar berhamburan keluar pagar,” ujarnya.

Kepala Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG), Gunungsitoli Djati Kuncoro melalui pesan singkat memberitahu jika gempa terjadi sekitar pukul 10.03.09 WIB itu tidak berpotensi tsunami.

“Sesuai hasil analisis BMKG, gempa bumi yang terjadi memiliki kekuatan 5,8 Skala Richter pada koordinat 0,52 LU dan 98,39 BT, atau tepatnya di laut pada jarak 68 km tenggara Nias Selatan pada kedalaman 48 km,” ujarnya.

Menurut dia, dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi tersebut termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal.

Gempa terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia, tepatnya di zona megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera.

Djati mengatakan, konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempa bumi yang sangat aktif di wilayah Sumatera.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran kombinasi penyesaran mendatar-turun-turun (oblique-normal fault),” ujarnya.

Selain di Kota Gunungsitoli, guncangan gempa bumi juga dirasakan di Padang Panjang, Bukit Tinggi dan Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Kemudian di Kabupaten Nias Barat dan Kabupaten Nias dan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Dia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Masyarakat diminta untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” ucapnya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER