FKH Amankan 240 Jerat Satwa Liar di Taman Nasional Gunung Leuser

BANDA ACEH, SERUJI.CO.ID – Forum Konservasi Leuser (FKL) pada triwulan pertama 2018 telah menemukan 240 jeratan satwa liar di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Provinsi Aceh.

“Januari hingga Maret 2018 kami menemukan sebanyak 240 jerat satwa liar yang dilindungi undang-undang di kawasan Gunung Leuser,” kata Koordinator Wildlife Protection Team-Forum Konservasi Leuser (WPT-FKL) Dediansyah di Banda Aceh, Senin (23/4).

“Di waktu yang sama, kami juga mengadvokasi sebanyak 135 kasus pemburuan. Sementara jerat satwa yang paling banyak adalah Rusa, Landak, Gajah dan Harimau serta burung jenis Rangkong,” sambung Koordinator WPT-FKL.

Lebih lanjut katanya, kasus tersebut terjadi di kawasan TNGL wilayah barat Selatan Aceh meliputi Kabupaten Aceh Tamieng hingga Aceh Singkil.

“Pemburuan satwa liar tersebut paling banyak di awal tahun, pertengahan dan akhir tahun. Hasil buruan tersebut biasanya dijual ke Sumetera hingga ke Ibu Kota Jakarta, bahkan ada yang di ekspor,” ungkapnya.

“Akhir 2014 sampai dengan akhir 2017 FKH juga menemukan sebanyak 4.542 jerat satwa liar di kawasan ekosistem Leuser,” tambahnya.

Dia mengakui, Jerat satwa liar itu dominan masih aktif, dan sebagian kecil tidak aktif lagi. Kami pernah menemukan langsung dari pelaku dan kemudian membuat surat perjanjian tidak mengulangi lagi,” ujarnya.

Untuk mencegah pemburuan satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang tersebut pihaknya mengaku telah bekerja sama dengan Kepolisian, Dinas Kehutanan Aceh, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh serta pemerhati lingkungan lainnya dan Lembaga Adat.

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat, luas Aceh sekitar 5.677.081 hektar dan 3.557.928 hektare di antaranya adalah hutan. Data tersebut sesuai dengan hasil survei yang dilakukan oleh Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh atau HaKA.

Kemudian, pada 2017 luas hutan Aceh yang tersisa 3.019.423 hektare dan mengalami deforestasi dari 2016 hingga 2017 sebesar 17.820 hektare. Sementara hutan lindung di Aceh yang menjadi habitat satwa gajah dan lainnya mencapai 1,790,200 hektare.

Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo menyatakan, dampak dari perambahan hutan maka terjadilah konflik antara manusia dengan satwa dan kondisi ini sangat memprihatinkan.

“Pada 2017 saja sebanyak 11 ekor gajah liar mati. Dan kondisi ini sangat memprihatikan dan penyababnya adalah perambahan hutan serta pemburuan satwa,” akui Sapto.

“Semua pihak harus berkewajiban menjawab lingkungan dan penegak hukum menangkap para pelaku perambahan hutan serta pembura satwa,” tambah Kepala Badan BKSDA Aceh itu. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.