Empat Siswa Tunanetra di Ikuti Ujian Nasional

BANDA ACEH, SERUJI.CO.ID – Empat siswa SMA Luar Biasa Yayasan Penyantun Penyandang Cacat (LB YPPC) Banda Aceh penyandang tunanetra mengikuti ujian nasional atau UN, Senin (9/4).

“Untuk tahun ini, ada empat siswa tunanetra yang mengikuti ujian nasional, dari 10 siswa kelas tiga,” kata Kepala SMA Luar Biasa YPPC Kasidah di Banda Aceh, Senin (9/4).

Sedangkan enam siswa kelas tiga lainnya tidak mengikuti ujian nasional karena mereka adalah penyandang tunagrahita atau kecerdasan di bawah rata-rata, sehingga hanya mengikuti ujian sekolah berbasis nasional atau USBN.

Kasidah menyebutkan, ujian bagi siswa tuna netra menggunakan kertas soal khusus dengan huruf braille. Model soal berupa pertanyaan dengan pilihan jawaban, dan peserta ujian memberikan pilihan di lembaran jawaban yang juga menggunakan kertas dengan huruf braille.

“Berbeda dengan tahun lalu, soal untuk tuna netra dibacakan guru. Sejauh ini tidak ada kendala pelaksanaan ujian. Ujian akan berlangsung selama tiga hari,” kata Kasidah.

Kasidah meyakini empat anak didiknya tersebut lulus ujian nasional dan bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Apalagi, ke empat siswa tuna netra tersebut berkeinginan meneruskan pendidikan tinggi.

“Kami yakin mereka mampu lulus dan bisa melanjutkan jenjang pendidikan tinggi. Mereka termasuk siswa berprestasi dan sering mewakil Aceh ke tingkat nasional,” kata Kasidah.

Sementara itu, Ari Kemala, siswa tuna netra SMA LB YPPC Banda Aceh, mengatakan dirinya berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan tinggi bidang sosial politik di Bandung, Jawa Barat.

“Saya berharap bisa kuliah di Bandung, jurusan sosial politik. Sosial politik ini minat saya,” ungkap Ari Kemala yang mengaku berasal dari Aceh Tenggara.

Pernyataan senada juga diungkapkan Roni Rahman, siswa tuna netra lainnya. Ia mengaku tertarik melanjutkan pendidikan di bidang musik. Sebab, dirinya bercita-cita menjadi produser musik.

“Saya berharap lulus UN dan bisa melanjutkan pendidikan seni karena cita-cita saya sejak dulu bermusik dan menjadi produser,” kata Roni Rahman. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close