DPRD: Pekanbaru Harus Kembali Hidupkan Program Magrib Mengaji

0
77
Program Kementerian Agama, Gerakan Magrib Mengaji

PEKANBARU – Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Tarmizi Muhammad meminta pemerintah setempat kembali menghidupkan program maghrib mengaji dan sekolah wajib mengaji yang merupakan program nasional dari Kementerian Agama, karena selama ini program tersebut tidak berjalan maksimal.

“Marilah kita sukseskan program magrib dan sekolah mengaji karena ini kebijakan daerah kita,” kata Tarmizi Muhammad di Pekanbaru, Minggu (23/4).

Menurut Tarmizi program magrib mengaji ini merupakan kebijakan dari pemerintah pusat dan sudah ditegaskan oleh daerah sebagai upaya membangun mental dan moral masyarakat terutama kalangan anak muda dan anak-anak.

Lewat upaya ini generasi muda bangsa akan dibekali dasar agama yang kuat sehingga bisa menjadi penerus yang tangguh.

Selain di rumah program mengaji juga dilakukan di sekolah, yakni setengah jam sebelum pelajaran dimulai. Sebagai upaya menanamkan cinta agama sejak dini. Karena pelajar akan mendapatkan pendidikan agama sebelum mulai proses belajar mengajar.

“Sekolah mengaji dilakukan bagi pelajar sebelum memulai proses belajar mengajar dan sudah jadi salah satu kurikulum lokal,” terangnya.

Untuk itu guna membumikan program ini perlu dukungan semua pihak, keluarga, tokoh agama dan para guru.

“Harus ada peran serta dari semua pihak agar program ini dapat berjalan maksimal. Orang tua juga diminta untuk mengontrol dan mengawasi anak-anaknya agar pada waktu magrib tetap berada di rumah dan bisa mengaji,” ujarnya.

Ia juga menyoroti belakangan ini justru saat magrib warung internet (Warnet) yang beroperasi di Pekanbaru dipenuhi anak-anak dan kaula muda. Kondisi ini menandakan bahwa pada waktu yang disarankan anak-anak dan para masyarakat beribadah malah digunakan bermain yang tidak pada tempatnya.

Ia juga menilai kini banyak warnet bermunculan di Pekanbaru. Ini jika tidak diatur dan diawasi sehingga berdampak bagi anak-anak usia sekolah yang menghabiskan waktunya di warnet dari sore hingga malam hari.

Karena itu ia meminta kerja sama semua pihak mulai dari pemerintah, masyarakat, dan pihak pengusaha warnet yang ada untuk ikut berperan dalam menjalankan dan memberi pengawasan agar jam operasional diatur dan dipatuhi. Agar ada ruang untuk menyukseskan program magrib mengaji.

Politisi Golkar ini juga mengimbau kepada pengusaha warnet untuk ikut berperan serta dengan cara tidak membuka usahanya pada saat magrib, agar anak-anak usia sekolah yang memenuhi warnet dapat melaksanakan magrib mengaji.

“Pengusaha warnet hendaknya tidak membuka usahanya saat jam magrib karena dengan cara inilah anak-anak usia sekolah yang biasanya berada di warnet dapat berada di rumah dan melaksanakan magrib mengaji,” tambahnya.

 

EDITOR: Arif R

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

kereta ringan

DPR: Pemerintah Harus Tuntaskan Pembangunan LRT

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nusirwan Soedjono menilai, pemerintah harus menuntaskan pembangunan kereta ringan Light Rail Transit...
Imunisasi

Warga Depok Kesulitan Ingin Dapatkan Imunisasi Difteri

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Sejumlah warga di Kota Depok kesulitan ingin mendapatkan imunisasi difteri program imunisasi tanggap kejadian luar biasa kasus difteri di Indonesia atau...
Setya Novanto diperiksa KPK 2

Ahli: Praperadilan Gugur Saat Hakim Membuka Sidang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ahli hukum tata negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar menyatakan bahwa sidang praperadilan dapat gugur saat Majelis Hakim membuka...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...