DPRD Aceh Minta Pemkab Serius Tangani Sampah

ACEH, SERUJI.CO.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Aceh Besar meminta eksekutif untuk serius menangani sampah di daerah ini, sehingga tidak dibuang sembarangan seperti di ruas jalan raya.

“Kita melihat, sampah masih dibuang di pinggir ruas jalan, sebagai tempat pembuangan oleh masyarakat,” kata seorang anggota DPRK Aceh Besar Anisrullah kepada wartawan di Aceh Besar, Selasa (10/4).

Warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar masih membuang sampah di pinggir ruas jalan karena belum adanya tempat pembuangan yang layak, seperti di Kecamatan Darul Imarah.

Akibat pembuangan dan penumpukan sampah di pinggir ruas jalan, menyebabkan sering terjadi sampah berserakan sampai ke badan jalan.

Kecuali itu, juga menyebar bau tak sedap jika melintasi ruas jalan yang ada pembuangan sampah.

“Kita sudah minta kepada eksekutif untuk menangani permasalahan sampah,” ujar anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Sebutnya, soal penanganan masalah sampah ini sudah ditanggapi dan ditindaklajuti oleh bupati.

Diungkapkannya, Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali sudah membuat program pananganan sampah di Aceh Besar.

“Bupati telah mengimbau seluruh aparatur atau perangkat pemerintah gampong (desa) untuk membuat atau menyediakan lahan pembuangan sampah di gampong masing-masing, sehingga pinggir ruas jalan tidak lagi menjadi tempat pembuangan sampah,” jelasnya.

Ditambahkannya, sampah yang dibuang di lahan yang telah disediakan di tiap gampong, selanjutnya akan diangkut oleh petugas dengan menggunakan mobil sampah untuk di buang ke pembuangan akhir di Blang Bintang. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing. Mulai dari urusan remeh temeh seperti semir sepatu dan jarum jahit sampai urusan canggih-canggih seperti pesawat terbang dan gadged.

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER