DPD: Pungutan Liar di Kawasan Industri Medan Harus Dihentikan

0
53
Wisma Kawasan Industri Medan di Medan, Sumatera Utara (Foto: bumn.go.id)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – DPD RI meminta manajemen Kawasan Industri Medan menghentikan pungutan liar terhadap angkutan yang masuk ke kawasan industri itu.

“Pungutan liar (pungli) harus dihentikan dan kalaupun ada tarif yang mau diberlakukan harus resmi setelah dibicarakan dulu dengan Organda dan Angsuspel (Asosiasi Angkutan Khusus Pelabuhan) Sumut,” ujar Anggota DPD RI Parlindungan Purba di Medan, Minggu.

Menurut dia, permintaan menghentikan pungli kepada angkutan yang masuk ke KIM khususnya KIM II itu mengacu pada hasil pengaduan Organda dan Angsuspel serta pengusaha di KIM ke DPD RI.

Dalam pertemuan dengan Organda, Angsuspel dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut di Kantor DPD RI di Medan, ujar Parlindungan, terungkap bahwa pungli yang sebelumnya sudah dihentikan manajemen KIM kembali terjadi sejak 19 Juli 2017.

“Pas masuk itu disebutkan memang sudah turun atau tinggal Rp15.000 per truk dari Rp35.000 hingga Rp40.000 di tahun 2015, tetapi tetap saja dinilai pungli karena diberlakukan secara sepihak dan tidak ada landasan hukumnya,” kata Ketua Komite II DPD RI itu.

Untuk itu, kata Parlindungan, pihaknya meminta KIM menghentikan pungutan itu dan berdialog dengan Organda dan Angsuspel serta Apindo untuk membicarakan pungutan itu.

“Saya kira kalau pas masuk itu ditetapkan secara resmi dengan angka yang disepakati bersama dan ada jaminan bahwa uang masuk itu untuk kepentingan bersama seperti meningkatkan keamanan dan pelayanan kepada pengusaha angkutan, tentunya tidak ada masalah,”katanya.

Parlindungan juga meminta agar Organda dan Angsuspel tidak melakukan unjuk rasa dengan aksi mogok karena mengganggu perekonomian Sumut.

“Kalau angkutan barang mogok, maka ekspor dan impor dari Sumut akan terganggu karena lebih dari 60 persen dari total arus barang ekspor/impor Sumut ada di KIM,” ujar Parlindungan.

1
2
BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Sri Untari

Jadi Cawagub Khofifah, PDIP Akan Pecat Emil Dardak Sebagai Kader

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - PDI Perjuangan akan memecat dengan mencabut kartu tanda anggota (KTA) Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak sebagai kader partai. Hal ini dilakukan...

Tentukan Nasib Novanto, Inilah Keputusan Rapat Pleno Partai Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Pleno Partai Golkar baru saja berakhir. Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghasilkan beberapa keputusan. Antara lain, Rapat Pleno ‎memutuskan...
sawah tercemar

Diberi Dana Tali Asih, Petani Tetap Tuntut PT Mitrabara Bayar Ganti Rugi Yang Sesuai

MALINAU, SERUJI.CO.ID - PT Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS) menyerahkan dana tali asih sebesar Rp500 juta kepada petani sebagai bentuk ucapan permohonan maaf atas tercemarnya...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...