Disnaker Kota Batam Adakan Pelatihan Jurnalistik

BATAM – Untuk meningkatan kompetensi tenaga kerja di Batam, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam mengadakan pelatihan Jurnalistik. Pelatihan yang akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 20-22 Maret, merupakan hasil kerjasama antara Disnaker dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Gemilang dan Aliansi jurnalis Indonesia (AJI) Propinsi Kepulauan Riau.

Pelatihan jurnalistik yang diikuti 25 orang peserta tersebut diselenggarakan di lantai 2 Ruangan Sulawesi Hotel The Hills Nagoya Batam dan dibuka langsung oleh Kepala bidang pelatihan Disnaker kota Batam, Marulis.

Dalam sambutannya, Marulis menyampaikan bahwa untuk peningkatan keahlian tenaga kerja di Batam, pemerintah Kota Batam telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 15 Milyar pertahun.

Peserta Pelatihan Jurnalistik, Batam. (foto: istimewa)

“Anggaran tersebut digunakan untuk membuat berbagai macam pelatihan, seperti pelatihan jurnalistik ini,” ungkap Marulis dihadapan peserta yang berasal dari berbagai media yang ada di Kepri, Senin (20/3).

Lebih lanjut Marulis menjelaskan, di Batam angka pencari kerja kurang lebih 5.000 orang, sedangkan ketersediaan lapangan kerja hanya berkisar 600 orang.

“Jadi untuk meningkatkan kualitas dan keahlian tenaga kerja di Batam maka Pemerintah Kota Batam mengadakan pelatihan-pelatihan,” katanya.

Marulis juga menceritakan, beberapa waktu yang lalu ia kedatangan tamu dari Malaysia yang mengajak kerjasama dalam meningkatkan keahlian tenaga kerja yang bersertifikasi, karena di Malaysia sekarang sudah tidak menerima lagi tenaga kerja yang tidak memiliki sertifikat, baik sertifikat lokal maupun internasional.

Sementara itu ketua panitia, Indrawan, menjelaskan di Batam juga banyak yang mengaku berprofesi Wartawan tetapi mereka tidak punya Media, atau biasa disebut Watawan Bodrek.

“Makanya kesempatan ini sangat baik untuk meningkatkan kompetensi Juranlis,” ungkap Indrawan, yang juga ketua Serikat Perusahaan Media Online ( SPMO ) Kepri.

Dalam pelatihan jurnalis ini, peserta mendapatkan berbagai pengetahuan tentang dunia Jurnalistik dan cara kerjanya. Diakhir pelatihan akan diberikan sertifikat sebagai bukti pengakuan kompetensi peserta pelatihan dari Disnaker dan AJI.

Narasumber dalam pelatihan ini mantan redaktur TEMPO, Nurmalis Meuko serta Rumbadi Dalle SH, MH wakil Dekan Fakultas Hukum UNRIKA yang juga mantan Wartawan Senior TEMPO.

EDITOR: Harun S

 

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bersama Prabowo-Sandi Wujudkan Pengelolaan Hutan Berbasis Keseimbangan Alam

Hutan hujan merupakan kunci dari perubahan iklim di dunia. Luas hutan hujan hanya 2% dari total luas daratan yang terbentang di Kongo, Indonesia dan Amazon. Kondisi ketiga wilayah hutan hujan tersebut saat ini cukup parah, sehingga diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan iklim dan meningkatnya jumlah bencana berkali lipat.

Implikasi Hukum Kebohongan Publik dari Pejabat Negara

JADI DARI KEDUA LANDASAN HUKUM ISLAM TERSEBUT JELAS BERBOHONG ATAU BERDUSTA ADALAH PERBUATAN YANG DILARANG DAN HARAM HUKUMNYA.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.