Disdik Diminta Tentukan Prioritas Sekolah Selenggarakan UNBK

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Dinas Pendidikan diharapkan dapat menentukan sekolah yang diprioritaskan untuk menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer atau masih menggunakan kertas dan pensil untuk memberikan hasil yang maksimal.

Anggota DPRD Sumut Brilian Moktar di Medan, Ahad (11/3), mengatakan sejak tahun 2014, penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tersebut sering menjadi sorotan.

Ketika baru diselenggarakan, kekurangan yang muncul masih dapat dimaklumi karena banyak sekolah yang belum memiliki persiapan yang baik.

Karena itu, Dinas Pendidikan diharapkan dapat menentukan sekolah yang dinilai layak dan mampu menyelenggarakan UNBK, atau tetap masih menerapkan Ujian Nasional berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

“Jangankan di daerah, di Medan saja banyak sekolah yang belum siap (menyelenggarakan UNBK),” kata mantan Ketua Komisi E DPRD Sumut yang membidangi pendidikan itu.

Menurut dia, pemangku kepentingan di bidang pendidikan harus menyadari penyelenggaraan UNBK bukan hanya untuk menguji penguasaan siswa terhadap mata pelajaran, melainkan juga untuk mengukur tingkat pemahaman dan pengetahuan siswa terhadap teknologi informasi.

Namun dari evaluasi yang dilakukan belakangan, diketahui penyelenggaraannya belum memberikan hasil yang maksimal.

Karena itu, perlu dipetakan kondisi setiap sekolah guna mengetahui sekolah yang siap menyelenggarakan UNBK, atau tetap mempertahankan UNKP.

Jika ada sekolah dan siswanya siap untuk menggelar UNBK, Dinas Pendidikan perlu memberikan dukungan, termasuk memberikan bantuan komputer.

Dinas Pendidikan harus sigap. Ada sekolah yang mau, tapi tidak memiliki komputer. Harus dilihat dulu dari kesiapan siswa. Kalau sekadar niat, tapi siswa belum siap, komputernya sia-sia,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan itu berharap Dinas Pendidikan tidak memaksakan sekolah untuk menyelenggarakan UNBK jika memang belum memiliki kesiapan.

Demikian juga dengan kepala daerah agar tidak selalu menganggap sekolah yang menyelenggarakan UNBK menjadi kebanggaan dan indikasi kemajuan bidang pendidikan di daerahnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Wanita Muda Kaki Sering Kesemutan dan Perut Bagian Bawah Sakit, Gejala Apa?

Dokter, sudah 4 hari ini kaki saya terasa kebas dan gampang kesemutan. Juga perut saya bagian bawah terasa sakit. Kira-kira sakit apa ya dok?

Orang-Orang Merdeka

Sejak media menjadi industri, informasi dan berita harus tunduk pada kepentingan pemilik modal, dan erubahlan wartawan hanya sebagai alat produksi semata

Anda ASN Yang Terpaksa Harus Bercerai? Simak Prosedur Yang Harus Dilalui

Anda seorang ASN dan sedang mengalami masalah rumah tangga yang berujung perceraian? Simak proses percerain ASN berikut, apa yang harus dilakukan dan kewajiban apa yang muncul.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER