Disdik Bengkulu Lakukan Tes Urine pada Calon Murid Baru

BENGKULU, SERUJI.CO.ID – Dinas Pendidikan Kota Bengkulu akan memberlakukan tes urine kepada calon siswa saat penerimaan peserta didik baru di sejumlah sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu Rosmayetti di Bengkulu, Jumat (9/3), mengatakan pelaksanaan tes urine tersebut bertujuan untuk menghindarkan sekolah dari peredaran dan penggunaan narkoba ilegal.

Dia menuturkan program tersebut baru hanya diujicobakan di tiga sekolah di Kota Bengkulu yakni SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, dan SMP Negeri 4.

“Semoga dengan program ini kita bisa menciptakan anak yang cerdas dan berkualitas,” kata Rosmayetti penuh harap.

Langkah tersebut diharapkan mendapat dukungan berbagai pihak karena peredaran narkoba ilegal diduga telah menyusup ke sekolah-sekolah, bahkan korbannya juga terdapat anak-anak.

Rosmayetti juga meminta guru-guru di sekolah untuk berperan serta menanggulangi peredaran narkoba di sekolah agar penyebarannya tidak meluas.

Baru-baru ini, seluruh guru Bimbingan Konseling (BK) di Kota Bengkulu telah menandatangani nota kesepahaman bersama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu yang bertujuan agar mereka bisa bekerja optimal di sekolah terutama untuk menangkal peredaran barang haram tersebut.

Selain guru, peran orang tua siswa juga diharapkan lebih maksimal karena merekalah yang lebih mengetahui pergaulan anaknya di luar sekolah.

Sementara pihak Badan Narkotika Nasional dan Kepolisian Resor Kota Bengkulu terus mensosialisasikan bahaya penggunaan narkoba di berbagai tempat, termasuk di sekolah. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.

Kemcer Di Curug Cipeteuy