Dinkes Sumsel Minta Masyarakat Waspada Wabah Difteri

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID – Dinas Kesehatan Sumatera Selatan meminta masyarakat mewaspadai penyebaran penyakit difteri sehingga terhindar dari penyakit yang berbahaya dan menular itu.

“Bakteri penyebab difteri mengeluarkan toxin atau racun yang mengakibatkan komplikasi berupa miokardis atau peradangan dinding jantung,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini di Palembang, Selasa (19/12).

Lebih lanjut dia mengatakan difteri merupakan penyakit yang sangat menular yang disebabkan kuman Corynebacterium diftheriae yang menyerang faring, laring, atau tonsil.

Sementara penyakit difteri sendiri menimbulkan gejala dan tanda berupa demam tinggi dengan suhu 38 derajat Celsius di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan serta tak mudah lepas serta berdarah.

Selain itu, penderita akan merasa sakit waktu menelan, serta leher membengkak seperti leher sapi akibat pembengkakan kelenjar getah bening di leher termasuk sesak nafas disertai suara mendengkur.

“Sehubungan itu masyarakat harus berhati-hati terhadap penyakit yang berbahaya tersebut karena bisa menyerang siapa saja,” katanya.

Memang, lanjutnya, untuk pengobatan diberikan antibiotik dan antitoxin ADS (Anti Difteri Serum).

“Pencegahan utama difteri melalui imunisasi, sementara Indonesia telah melaksanakan program tersebut yang telah dilakukan cukup lama,” katanya.

Menurut Lesty, munculnya difteri terkait dengan adanya immunity gap yaitu kesenjangan atau kekosongan kekebalan di kalangan penduduk di suatu daerah dan itu terjadi akibat adanya akumulasi kelompok yang rentan.

Memang, lanjutnya, Puskesmas sebagai garda terdepan dan harus mengecek cakupan imunisasi di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya, pastikan semua anak sudah mendapat imunisasi dasar lengkap maupun imunisasi tambahan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

KAHMI untuk NKRI

Bendera dan Krisis Kepemimpinan

Menurut vexillology, bendera bukan sekedar selembar kain biasa. Jika dia berkibar bebas di angkasa, bendera menginspirasikan semangat kepemimpinan tertentu yang sublim dan sulit dibayangkan oleh mereka yang jiwanya terjangkar oleh tanah di bumi.

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi