Dinkes Mukomuko Lakukan Penyelidikan Epidemiologi DBD

MUKOMUKO, SERUJI.CO.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, sejak dua pekan terakhir melakukan Penyelidikan epidemiologi di sejumlah sekolah di Kecamatan Kota Mukomuko menyusul banyaknya anak-anak sekolah di wilayah itu yang positif terjangkit demam berdarah dengue (DBD).

“Kami melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di sekolah dasar, karena kami memperkirakan penularan penyakit tersebut dari sekolah,” kata Petugas Monitoring dan Evaluasi Global Fund (GF) Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Ruli Herlindo di Mukomuko, Ahad (8/4).

Sebanyak 25 orang warga setempat yang positif terjangkit demam berdarah dengue (DBD) selama tiga bulan terakhir. Mayoritas penderita DBD di wilayah Kecamatan Kota Mukomuko adalah anak-anak sekolah.

Ia menyatakan, petugas dinas ini telah melakukan PE terkait DBD ini di sejumlah sekolah dalam Kecamatan Kota.

Instansinya menemukan adanya jentik nyamuk aedes aegepty di di sekolah dasar di daerah itu. Instansinya menemukan jentik nyamuk DBD dalam air di pot bunga yang ada di sekolah.

Ia menyatakan, instansinya pada saat itu langsung memberantas jentik nyamuk DBD tersebut. Instansinya membuang air yang tergenang di pot bunga sekolah.

Selain melakukan PE terkait DBD, katanya, instansinya juga memberikan penyuluhan terkait pemberantasan sarang nyamuk (PSN) kepada pihak sekolah.

Setelah ini, ia minta, pihak sekolah tidak membiarkan air tergenang dalam pot bunga di sekolah karena bisa menjadi tempat tumbuh jentik nyamuk DBD.

Selain itu, ia menyarankan, instansi terkait yang melakukan penilaian sekolah adiwiyata di daerah itu agar menambahkan aspek sekolah bebas dari jentik nyamuk DBD sebagai penilaian sekolah adiwiyata di daerah itu. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.