BPS: Rokok Penyebab Utama Kemiskinan Bengkulu

BENGKULU, SERUJI.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan rokok menjadi salah satu penyebab utama kondisi kehidupan masyarakat di Provinsi Bengkulu terjebak pada garis kemiskinan.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu Dyah Anugrah Kuswardani di Bengkulu, Jumat (5/1), menyebutkan bahwa rokok berada di posisi kedua teratas setelah beras dalam menyumbang kemiskinan atau dengan porsi yang mencapai sekitar 13 persen.

“Kalau beras bisa diupayakan pemerintah dengan berbagai program bantuan, seperti beras sejahtera, kalau rokok tidak. Jadi bisa di bilang, andil tertinggi bisa berada pada rokok,” kata dia.

Jika lebih terperinci lagi, ujar dia, kemiskinan perkotaan di Bengkulu, yang tertinggi didorong oleh komoditas beras sebesar 16,46 persen dan di posisi kedua adalah rokok dengan menyumbang sekitar 13,5 persen.

Hampir sama dengan perkotaan, ujar dia, di perdesaan penyumbang tertinggi juga beras dengan porsi 25,47 persen dan di posisi kedua juga rokok dengan angka serupa, yakni sebesar 12,25 persen.

“Jika dilihat proporsi rokok, baik di kota maupun desa, angkanya sama. Ini menunjukkan bahwa rokok ikut menjadi komponen utama di Provinsi Bengkulu menyebabkan masyarakat tetap berada di garis kemiskinan,” kata dia.

Sampai September 2017, kata Dyah, jumlah penduduk miskin Provinsi Bengkulu yakni sebanyak 302.620 orang atau sekitar 15,59 persen dari total jumlah penduduk di daerah itu.

Untuk perdesaan dicatat terdapat 205.470 penduduk miskin atau sekitar 15,67 persen dan perkotaan sebanyak 15,41 persen dari total penduduk atau 97.150 jiwa.

“Kita bersyukur pada 2017 ini kemiskinan Bengkulu turun sekitar 1,44 persen dibandingkan dengan 2016 lalu, tapi penyumbang tertinggi terbesar tetap beras dan rokok,” ujar dia. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Dokter Bedah Yang Ditahan Kejari Pekanbaru Ini, Gemar Ongkosi Pasien Kurang Mampu

Tak hanya memberi pengobatan gratis, ternyata selama ini drg Masrial juga banyak membantu pasien kurang mampu. Apa saja bentuk bantuan itu?

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Akibat drg Masrial Ditahan Kejari, Operasi Gratis Bibir Sumbing 40 Pasien Ini Terancam Batal

Akibat penahanan drg. Masrial, pelaksanaan operasi gratis bibir sumbing di Bengkulu terancam batal.