BPBD: 1.858 Warga Sungai Pagu Sumbar Terdampak Banjir

PADANG ARO, SERUJI.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan mencatat banjir yang menerjang tiga kecamatan di Solok Selatan, Sumatera Barat hingga Jumat (18/1) berdampak pada 1.858 jiwa dengan Nagari Pasar Muaralabuh, Kecamatan Sungai Pagu terdampak paling parah.

“Hingga Jumat ini sebanyak 449 rumah, 505 KK dengan 1.858 jiwa terdampak banjir di tiga kecamatan dan yang paling banyak di Sungai Pagu,” ujar Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Solok Selatan Herwin di Padang Aro, Jumat (18/1).

Herwin menyebutkan, tiga kecamatan yang terdampak Banjir yaitu Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu, dan Pauah Duo.

Untuk di Koto Parik Gadang Diateh sebanyak 48 rumah, 59 KK dengan 211 jiwa di Sapan Aie Angek Nagari Pakan Rabaa Selatan yang terdampak banjir.

Sedangkan di Sungai Pagu tujuh Nagari yang terdampak banjir dengan jumlah rumah 384 unit, 431 KK serta 1.590 jiwa.

Sedangkan di Pauah Duo yang terdampak 15 rumah, 15 KK dengan 57 jiwa di dua Nagari.

Terkait fasilitas umum yang terdampak, katanya, BPBD masih melakukan pendataan dan merekapnya.

Sementara itu Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Reno Susi Sandra mengatakan sebanyak 191 bayi dan balita juga terkena dampak dari banjir tersebut dan sekarang membutuhkan bantuan.

“Balita yang terdampak banjir sekarang membutuhkan bantuan susu, popok dan lainnya,” katanya. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER