BNNP Musnahkan Barang Bukti Sabu Jaringan Internasional

PADANG, SERUJI.CO.ID – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat memusnahkan barang bukti sabu-sabu seberat 216 gram milik tersangka Muhammad Rijal (22) dan Ferizal (32) yang terlibat jaringan narkooba internasional.

“Barang bukti yang kami musnahkan berupa sabu-sabu seberat 192,65 gram dan sisanya dipergunakan untuk barang bukti di pengadilan dan tes laboratorium,” kata Kabid Pemberantasan BNNP Sumbar Emrizal Hanaz saat pemusnahan barang bukti di Padang, Senin (7/5).

Menurut dia, pemusnahan barang bukti ini merupakan 91 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika yang menyatakan bahwa barang bukti narkoba setelah tujuh hari dari penangkapan harus memiliki status untuk dimusnahkan dan sebagian disisihkan untuk kebutuhan pengadilan.

“Kami di sini menjalankan amanat undang-undang agar status barang bukti ini jelas dan sebanyak 192,65 gram kami musnahkan pada hari ini,” kata dia.

BNN Sumbar menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam jaringan narkoba internasional yaitu Muhammad Rijal (22) dan Ferizal (32) yang memiliki peran berbeda.

Ia menjelaskan awalnya pihaknya melakukan penyelidikan terhadap tersangka Muhammad Rijal. Pria asal Aceh tersebut diawasi dalam kurun waktu enam bulan dan tersangka sering bolak-balik ke Malaysia.

Pelaku ini berencana membawa sabu-sabu dari Bandara Aceh menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Kabupaten Padangpariaman melalui Bandara Kualanamu Medan.

Pihaknya langsung berkoordinasi deengan BNN RI untuk mengetahui nomor penerbangan tersangka. Setelah itu mereka berencana melakukan penangkapan di BIM.

“Dalam melakukan penangkapan kita berkoordinasi dengan pihak PT Angkasa Pura dan Bea Cukai Teluk Bayur serta maskapai Lion Air agar tersangka menempati nomor tempat duduknya,” kata dia.

Sesampai di BIM, petugas langsung menangkap pelaku dan menemukan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 215 gram yang disimpan di dalam celana dalamnya.

“Barang bukti itu simpan di dalam selangkangan korban dan tidak terdeteksi di bandara Aceh dan Medan,” ujarnya.

Pihaknya langsung mengembangkan ke mana pelaku akan membawa barang tersebut. Pada Ahad (22/4) petugas meminta tersangka menghubungi rekannya yang bernama Ferizal.

Tersangka Ferizal ini mengajak bertemu di depan Hotel Basko kemudian petugas langsung menangkap pelaku. Bersama pelaku petugas menyita barang bukti sabu-sabu seberat satu gram.

“Pelaku ini merupakan bandar narkoba yang mengedarkan sabu-sabu di kota ini. Dia juga terlibat dalam jaringan lapas dengan seorang narapidana di Lapas Muaro Klas II A Padang,”kata dia.

Kedua pelaku disangkakan pasal 112 ayat 2 jo pasal 114 ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman pidana maksimal 20 tahun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

The SOMAD Power

Meminta Maaf Kepada Generasi Yang Hilang

Tanggal 13 Febuari 2008 berlangsung peristiwa penting, di Australia. Melalui pidato Perdana Menteri Kevin Michael Rudd, di hadapan sidang Parlemen, pemerintah Australia secara secara resmi meminta maaf.

Implikasi Hukum Kebohongan Publik dari Pejabat Negara

JADI DARI KEDUA LANDASAN HUKUM ISLAM TERSEBUT JELAS BERBOHONG ATAU BERDUSTA ADALAH PERBUATAN YANG DILARANG DAN HARAM HUKUMNYA.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Indonesia Darurat Keadilan