Belasan Hektar Tanaman Padi Rusak Akibat Disapu Angin Kencang

TAPANULI SELATAN, SERUJI.CO.ID – Belasan hektar tanaman padi sawah milik masyarakat di Kecamatan Batang Angkola, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, rusak akibat disapu anging kencang yang disertai hujan.

Kepala Desa Pasir Matogu Kecamatan Batang Angkola, Iswandi Siregar, Jumat (4/5), mengatakan, luasan tanaman padi yang rusak akibat angin kencang yang terjadi Kamis (3/5) petang hingga menjelang magrib itu sekitar 15-20 hektar.

Masyarakat baru mengetahui atau menyadari adanya kerusakan tanaman padi ketika sejumlah petani mulai melakukan aktivitasnya ke sawah Jumat (4/5) pagi.

“Usia tanaman padi yang rusak bervariatif antara 60-80 hari,”jelasnya.

Ia memperkirakan hasil panen petani tersebut juga bakal mengalami penurunan hingga mencapai 50 persen dari hasil biasanya.

Hama tikus juga diperkirakan bakal semakin merajarela atau gampang merusak tanaman padi yang sudah keadaannya “tidur” akibat disapu angin.

Sementara salah satu petani di desa Pasir Matogu, Aman Sari Hutasuhut mengaku lebih kurang 0,5 hektare tanaman padinya turut menjadi korban akibat angin kencang tersebut.

“Saya baru menyadari pagi ini ternyata angin kencang yang datang semalam telah memporakporandakan tanaman padi yang tinggal satu minggu lagi akan di panen,”ujarnya.

Menurut Aman Sari, pendapatan dari hasil pertaniannya 0,5 hektare tersebut bakal berkurang, karena pengeluaran akan bertambah.

Seperti menambah tenaga kerja saat memanen, dengan alasan padi yang akan dipanen sudah tidak normal seperti biasa.

Ia juga mengatakan, baru kali ini mengalami hal seperti angin kencang yang sampai merusak tanaman padi seperti itu.

“Terakhir dua tahun lalu tanaman padi masyarakat daerah ini rusak yang diakibatkan banjir,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Pribumi vs Non Pribumi

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER