Bandara Jambi Targetkan 1,8 Juta Penumpang

JAMBI, SERUJI.CO.ID – Manajemen Bandara Sultan Thaha Jambi menargetkan dapat melayani 1,8 juta penumpang yang menggunakan moda transportasi udara melalui bandara tersebut selama 2018.

“Target 2018 Bandara Sultan Thaha bisa melayani penumpang mencapai 1,8 juta orang,” kata Executive General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi Yogi Prasetyo Suwandi di Jambi, Jumat (30/3).

Target yang dipatok Badara Sultan Thaha yang berada di bawah naungan PT Angkasa Pura II (Persero) itu mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Ia mengatakan pertumbuhan jumlah penumpang akan menunjukkan tren positif karena peminat moda transportasi udara di Jambi terus naik.

Selama 2017, jumlah penumpang yang datang dan berangkat melalui bandar udara Sultan Thaha Jambi mencapai 1,7 juta orang.

Saat ini setiap hari Bandara Sultan Thaha Jambi melayani 46 jadwal penerbangan domestik dari dan ke Jambi dengan tujuan ke berbagai daerah di Indonesia.

Yogi mengatakan, terdapat enam maskapai penerbangan yang beroperasi melayani penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, yakni Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Sriwijaya, Nam Air, Wings Air.

Selain itu pada 2017, Angkasa Pura II selaku pengelola bisnis di bandara kebanggan masyarakat Jambi itu sedang mengembangkan terminal lagi.

Pengembangan terminal itu untuk memenuhi kebutuhan penumpang yang terus mengalami peningkatan sehingga dapat mengantisipasi lonjakan penumpang pada masa mendatang.

“Lokasi pengembangan terminal yang sedang dibangun itu berada di dua sisi terminal yang ada saat ini,” kata Yogi. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER