Arus Balik Bandara Kualanamu Pada H+7 Lebaran Hanya 3.051 Orang

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Arus balik di Bandar Udara Internasional Kualanamu Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, pada Kamis (13/6), H+7 Idul Fitri 1440 Hijriah/2019, hanya 3.051 orang dan semakin sedikit, bila dibandingkan pada Rabu (12/6) atau H+6 yang mencapai sebanyak 10.421 orang.

Seperti yang dilansir dari Antara, Bandara Internasional Kualanamu, Kamis (13/6) sore, jumlah arus balik semakin berkurang karena warga tidak lagi menggunakan jasa penerbangan akibat harga tiket pesawat juga cukup mahal. Namun pada saat arus mudik di Bandara Internasional Kualanamu, penumpang cukup ramai setiap hari.

Bahkan posko pengamanan yang didirikan PT Angkasa Pura II (Persero) di Bandara Internasional Kualanamu terpaksa turun tangan membantu kelancaran arus mudik tersebut.

Data yang diperoleh di Posko PT Angkasa Pura II (Persero) menyebutkan jumlah penumpang pemberangkatan domestik 3.051 orang dan kedatangan 1.900 orang. Total penumpang seluruhnya 4.951 orang.

Sebelumnya, arus balik di bandara itu pada Rabu (12/6) H+6 Idul Fitri 1440 Hijriah/2019 semakin berkurang dan hanya mencapai 10.421 orang, dan lebih banyak pada Selasa (11/6) H+5 yang berjumlah 10.900 orang.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER