Api Lalap Sejumlah Kios di Pasar Seken Aviari Batam

BATAM – Kebakaran hebat terjadi di sejumlah kios di Pasar Seken Aviari, Batu Aji, Batam, sekitar pukul 06.45 Wib (20/3/2017). Api cepat menyebar karena barang-barang seken dari Singapura yang dijual di tempat ini adalah barang yang mudah terbakar.

Sejumlah pedagang yang kiosnya belum terjamah api, sibuk mengeluarkan barang-barang dagangannya. Sedangkan sebagian lainnya berlarian dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sebelum pasukan unit pemadam kebakaran datang. Tak sedikit ibu-ibu menangis meratapi sumber mata pencahariannya yang dilahap api. Demikian keterangan dari Ajo, penjual mainan di pasar tersebut, yang lapaknya tidak terjamah api.

Pada saat kebakaran, warga mendengar bunyi ledakan keras dari salah satu kios. Setelah diselidiki, penyebabnya adalah sepeda motor yang terbakar yang posisinya berada di dalam kios. Diketahui pemilik sepeda motor merk Mio tersebut adalah Indra yang sekaligus pemilik kios yang menjual televisi dan barang elektronik lainnya di pasar tersebut.

Menurut pengamatan SERUJI, sebanyak 23 kios terbakar, yang terdiri dari kios pakaian, kios pakaian bekas, kios mainan anak-anak, kios sepatu, dan kios yang menjual barang-barang elektronik. Namun hingga kini penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti. Jumlah kerugian ditafsir ratusan juta rupiah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini.

Saat ini, api sudah berhasil dipadamkan oleh pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Batam yang menurunkan 6 unit mobil dan BP Batam menurunkan 5 unit mobil, serta dibantu warga dengan alat seadanya. Ditambah lagi kondisi hujan yang mengguyur kota Batam pagi itu mempercepat padamnya api.

Ucok, salah seorang warga mengatakan kebakaran memang sudah lambat diketahui karena suasana masih sepi pada saat itu, ditambah lagi kondisi bahwa di kios-kios tersebut sebagian besar pemilik tidak tinggal (menghuni) di lokasi, sehingga barang-barang tidak ada yang bisa diselamatkan, habis hangus terbakar.

“Kios terdiri dari kayu dan triplek apalagi pakaian memang mudah terbakar, saya ikut membantu pemadam kebakaran memadamkan api, syukur api cepat dikendalikan” ujarnya.

Pasca kebakaran, para pemilik kios memeriksa kondisi lapak yang sudah hangus menjadi arang. Tak ada barang-barang yang bisa diselamatkan lagi mengingat isi lapak adalah barang yang mudah terbakar.

Salah seorang pemilik kios, Parasian, memandangi bekas kebakaran barang-barang jualannya di kiosnya no. 9. “Tadi pagi saya dibangunin pukul 07.00 WIB, katanya kios terbakar, saya langsung meluncur ke sini, namun sudah tidak bisa berbuat apa-apa,” tuturnya. “Hanya sebentar modal 70 juta rupiah, habis terbakar, ya nasiblah,” lanjutnya dengan bibir bergetar.

Pemilik kios mengecek barang-barangnya yang sudah ludes terbakar. (Foto: Ilyas Karta)

Hingga berita ini diturunkan, polisi sedang melakukan olah TKP guna mencari penyebab kebakaran tersebut.

EDITOR: Iwan Y

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bendera dan Krisis Kepemimpinan

Menurut vexillology, bendera bukan sekedar selembar kain biasa. Jika dia berkibar bebas di angkasa, bendera menginspirasikan semangat kepemimpinan tertentu yang sublim dan sulit dibayangkan oleh mereka yang jiwanya terjangkar oleh tanah di bumi.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER