Apa Motif Pelaku Mutilasi di Pulau Rupat ?

RUPAT – Seminggu yang lalu tepatnya hari jumat 24 Maret 2017 telah terjadi pembunuhan dengan mutilasi terhadap seorang korban bernama Bayu Santoso berumur 27 tahun. Kejadian perkaran di sebuah tempat bilyar milik pelaku yang diduga bernama AR umur 31 tahun, yang beralamat di Rupat Utara.

Pembunuhan ini dapat diketahui berkat laporan seorang teman korban yang bernama AA, yang pada saat itu berda di tempat kejadian perkara.

Dari penuturan pelapor AA, saat itu, Jumat 24 Maret, pelapor di hubungi oleh pelaku untuk datang ke tempat bilyard milik pelaku. Sampai di TKP pelaku menyuruh pelapor untuk menghubungi korban, yang merupakan teman dari pelapor.

Tidak berselang lama korban datang dan pelaku langsung mengunci pintu ruko dari dalam. Pada saat itu korban duduk di kursi depan meja biliard. Pelaku kemudian masuk ke kamar mandi dan keluar dari kamar mandi membawa dua bilah pisau dan pelaku langsung menikam punggung korban dari arah belakang korban.

Melihat hal itu pelapor ketakutan dan langsung lari keluar ruko bersembunyi di hutan sekitar perkampungan. Setelah situasi aman, segera pelapor keluar dari hutan dan langsung melaporkan kejadian tesebut ke Polsek Rupat Utara pada hari senin tanggal 27 Maret 2017.

Menurut sumber SERUJI di Polda Riau, Evakuasi mayat telah dilakukan ke Rumah Sakit Kota Dumai untuk dilakukan otopsi.

Sementara pelacakan posisi pelaku juga telah dilakukan sebagai upaya untuk menangkap pelaku oleh unit reserse kriminal Polres Bengkalis dan Polsek Rupat Utara. Pemeriksaan para saksi untuk pengumpulan fakta dan mengetahui motif kasus mutilasi tersebut juga sedang dilakukan oleh pihak yang berwajib.

EDITOR: Harun S

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER