Antisipasi Pembuang Limbah Minyak, Lantamal Lakukan Patroli

0
47
LImbah minyak

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID – Pangkalan Utama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Lantamal) IV/Tanjungpinang meningkatkan patroli pengamanan perairan Pulau Bintan, Kepulauan Riau, untuk mengantisipasi dan menangkap kapal pembuang limbah minyak.

Komand Lantamal) IV/Tanjungpinang Laksamana Pertama (P) Ribut Eko Suyatno, di Tanjungpinang, Ahad (25/3), mengatakan, pihaknya memantau aktivitas kapal agar segera mengetahui bila ada kapal membuang limbah minyak di laut.

“Kami kerahkan seluruh Kapal Patroli TNI AL untuk memantau, mencegah, dan menangkap kapal yang membuang limbah minyak di perairan Pulau Bintan,” ujarnya.

Eko mengatakan aktivitas kapal di kawasan perbatasan dengan Singapura dan Malaysia juga diawasi secara ketat.

Ia menduga ada kapal yang membuang limbah minyak hitam di tengah laut, kemudian limbah tersebut dibawa arus laut ke perairan Bintan.

“Hasil analisis sementara kami, ketika musim angin utara dan arus ke selatan, bisa saja terjadi itu dari kapal-kapal yang lego jangkar ataupun kapal-kapal yang melintas ke dan dari selat Singapura,” ujarnya.

Pelaku pembuangan limbah akan ditindak secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Limbah minyak ini dalam beberapa terakhir telah mencemarkan perairan Bintan dalam volume yang cukup tinggi.

“Kami instruksikan agar ditindak pelakunya, diproses sesuai ketentuan yang berlaku karena mencemari lingkungan,” ujarnya.

Eko juga memerintahkan kepada anggotanya untuk mengambil contoh limbah yang mencemari pantai di Bintan, kemudian berkoordinasi dengan instansi terkait.

Limbah ini akan dianalisis untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam.

“Saya berharap Dinas Lingkungan Hidup Kepri dapat menginisiasi komponen maritim untuk bersama-sama dan mengeluarkan ‘marine notice’ kepada para pengguna laut,” ujarnya.

Permasalahan limbah minyak hitam dalam bentuk cairan dan kenyal sudah bertahun-tahun terjadi di Bintan dan Batam. Laksamana Muda S Irawan saat menjabat Komandan Lantamal IV (2016-2017) membentuk tim khusus untuk mencegah dan menangkap pelaku pembuangan limbah tersebut.

Sementara HM Sani semasa menjabat Gubernur Kepri juga sudah melaporkan permasalahan yang mengganggu sektor pariwisata di Bintan dan Batam dalam setiap tahun ini kepada pemerintah pusat. Namun sampai sekarang pembuang limbah tersebut belum diketahui. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...