Amsakar Imbau Masyarakat Tidak Konsumsi Sarden

0
72
Sarden mengandung cacing

BATAM, SERUJI.CO.ID – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi sarden, hingga pemerintah menarik semua makanan ikan kalengan yang terdeteksi mengandung cacing gilig.

“Kami imbau masyarakat, agar produk sarden sementara waktu jangan dikonsumsi dulu, sebelum Pemkot melakukan langkah-langkah, menarik produk yang ditetapkan BPOM tidak layak konsumsi,” kata Wakil Wali Kota di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (29/3).

Menurut Wakil Wali Kota, semenjak beredar kabar sarden mengandung cacing, masyarakat kota sebenarnya sudah mengurangi konsumsi makanan kaleng itu.

“Di lingkungan saya saja, akhirnya ragu-ragu. Ini secara psikologis berdampak pada konsumsi mereka,” kata dia.

Padahal, sarden merupakan makanan kegemaran. Apalagi juadah khas Batam, prata, ada yang menggunakan sarden sebagai isian.

Ia mengatakan telah menugaskan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mengecek produk yang terdeteksi mengandung cacing atau parasit jenis mematoda atau anisakis sp.

“Disperindah sudah di lapangan menarik produk. Dinas Perindustrian dan Perdagangan selalu keliling, memeriksa, mana produk yang tidak memenuhi syarat segera ditarik,” kata dia.

Sebelumnya, Kepada Disperindag Kota Batam, Zarefriadi mengatakan telah menarik 157 kaleng sarden yang terdeteksi mengandung cacing gilig dari empat toko di penjuru kota. Produk ikan olahan yang ditarik itu akan dikembalikan ke distributor.

Pemkot, kata dia, selanjutnya akan memanggil distributor sarden merek Farmerjack, IO, dan Hoki untuk menarik seluruh produk yang sudah didistribusikan untuk dimusnahkan.

Ia menyatakan sejak BPOM mengeluarkan surat edaran terkait ikan kaleng terdeteksi mengandung parasit Anisakis sp, Disperindag Batam memeriksa empat toko di wilayah Batuaji dan Batam Kota.

Disperindag juga mengeluarkan surat edaran untuk pelaku usaha untuk menarik dan tidak menjual tiga merek produk ikan kaleng, yakni Farmerjack, IO, dan Hoki.

“Kami meminta pelaku usaha mendukung pemerintah dalam upaya penarikan produk ikan dalam kaleng tersebut agar masyarakat tenang dan tidak resah. Kalau ada penjual yang memiliki produk itu, bisa mengembalikan produk ke distributor. Nanti distributor yang menyerahkan ke BPOM untuk dihancurkan. Tapi jika ingin menghancurkan sendiri tidak masalah. Intinya jangan sampai dijual ke masyarakat,” kata dia. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Ignasius Jonan

Beda dengan Sri Mulyani, Ignasius Jonan Akui “HoA” Freeport Tak Mengikat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Keterangan pemerintah terkait head of agreement (HoA) dalam pembelian Freeport mulai saling bertolak belakang. Bila sebelumnya Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan bahwa HoA...

Pemprov DKI Undang Pemasang Bendera Asian Games Pakai Bambu ke Balai Kota

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengundang Thamran (40), salah satu warga Penjaringan yang memasang bendera negara peserta Asian Games 2018 menggunakan...
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto

Idrus Marham Diperiksa Terkait Suap PLTU Riau 1 Saat Jabat Sekjen Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Sosial Idrus Marham mengaku sudah kenal lama dengan dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga...

Jabatan Ngabalin Bertambah, Kini Diangkat Sebagai Komisaris Angkasa Pura I

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Politisi Golkar Ali Mochtar Ngabalin yang belum lama ini diangkat sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi...
Obar Asian Games 2018

Kapolda Hingga Gubernur Jateng Ikut Bawa Obor Asian Games 2018

SOLO, SERUJI.CO.ID - Tahun 2018, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games. Pawai obor Torch Relay Asian Games 2018 digelar guna menyambut ajang ini dengan...