DPRD Riau: Truk Bertonase Besar Picu Kerusakan Jalan

0
35
Truk bertonase

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Ketua Fraksi Demokrat DPRD Riau Aherson menyoroti keberadaan truk-truk bertonase besar yang melintasi jalanan di Kota Pekanbaru dan wilayah lain di provinsi tersebut sebagai pemicu kerusakan jalan.

“Hampir semua kendaraan bertonase besar yang angkut batubara, kayu, sawit serta material berat mengakibatkan jalan-jalan kita menjadi hancur. Sementara yang diuntungkan pihak swasta (milik perusahaan), sementara untuk perbaikan jalannya memakai anggaran pemerintah,” kata Aherson di Pekanbaru, Jumat (30/3).

Dia mengatakan, beban muatan truk merusak struktur jalan yang ada di Riau, baik itu jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten dan kota. Untuk itu, dirinya ingin mewacanakan pengalihan moda transportasi truk ke kereta api pengangkut barang.

Lebihlanjut, ia akan mengusulkan kepada komisi terkait yakni Komisi IV yang membidangi masalah pembangunan, dan tingkat pimpinan fraksi juga nantinya untuk peralihan moda transportasi itu.

“Jalan umum tidak layak untuk dilewati truk bertonase besar. Sudah sepatutnya beralih ke kereta api. Kalau Pemerintah tak sanggup buat rel kereta, bebankan kepada swasta atau perusahaan-perusahaan besar,” sebut Ketua Komisi V DPRD Riau ini.

“Karena selama ini anggaran daerah banyak habis untuk perbaikan jalan, sementara perusahaan yang ikut berandil besar terhadap rusaknya jalan tersebut,” ucapnya pula.

Dikatakannya, pihak swasta yang berkepentingan dengan moda transportasi diminta untuk membangun jalur kereta api tersebut. Jika tidak, menurut dia bisa juga dengan mendatangkan investor untuk memudahkan pemerintah.

“Kalau swasta tak sanggup, tak usah operasi disini. Ini akan segera kami rapatkan. Kalau perlu kita portal jalan. Biar yang bisa lewat mobil kecil masyarakat saja, kalau mereka pihak perusahaan hanya mau memikirkan untung banyak saja,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Riau Abdul Wahid mengatakan anggaran perawatan dan pemeliharaan jalan yang dialokasikan dari APBD yakni sebesar Rp30 miliar. Anggaran itu berkurang dari anggaran tahun sebelumnya.

“Hanya berkisar Rp30 miliar (untuk perawatan jalan). Sementara ruas jalan provinsi yang rusak ada 3.100 kilometer, biaya perawatan ini tentu sangat kurang,” sebut Politisi PKB Riau itu.

Dikatakannya, penyebab minimnya anggaran untuk perawatan dan peningkatan jalan pada 2018 ini karena terserapnya oleh anggaran untuk pembangunan dua jembatan layang, gedung kajati-polda, serta kelanjutan pembangunan Jembatan Siak IV.

“Jangan berharap jalan tahun ini bisa bagus, karena tidak ada anggarannya dan untuk biaya perawatan,” paparnya. (Ant/SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU