490 Personel Polri dan TNI Didatangkan Amankan Lapas Narkotika Langkat


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 490 personel TNI-Polri dikerahkan untuk menjaga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas III Simpang Ladang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumut, setelah kerusuhan disertai kaburnya ratusan narapidana terjadi.

“Untuk personel pengamanan dari Polres Langkat 100 orang, Brimob Polda Sumut 100 orang, Raider TNI AD 100 orang, Marinir 60 orang, Polres Binjai 30 orang dan Sabhara Polda Sumut 100 orang,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Jakarta, Kamis (16/5).

Pengamanan personel TNI-Polri terbagi ke dalam tiga titik pintu-pintu keluar lapas.

Saat terjadi kerusuhan di Lapas Narkotika Klas III Langkat, narapidana yang kabur lebih dari 100 orang dari total penghuni lapas seluruhnya 1.634 narapidana.

Narapidana yang sudah tertangkap sebanyak 88 orang, dititipkan sementara di Rutan Klas II B Tanjung Pura sebanyak 54 orang, dititipkan di Polsek Stabat lima orang, Polsek Tanjungpura delapan orang, Polsek Hinai 21 orang dan Polres Binjai satu orang.

Untuk kronologi kerusuhan, saat dilakukan apel siang, seorang warga binaan diduga memiliki narkoba jenis sabu sehingga dilakukan pemeriksaan oleh petugas lapas.

Narapidana tersebut mencoba melarikan diri sehingga dilakukan pengejaran dan saat tertangkap petugas melakukan tindakan kekerasan kepada narapidana tersebut. Saat digeledah, ditemukan paket shabu dan uang dari narapidana itu.

Sekitar pukul 13.00 WIB saat semua warga binaan berkumpul di halaman, terdapat upaya mendobrak serta membawa narapidana yang berada di kantor kamtib kembali ke sel. Selanjutnya semua warga binaan mendobrak keluar pintu utama dan menguasai lapas.

Warga binaan kemudian melalukan aksi pembakaran lapas, mobil petugas yang diparkir di depan lapas serta fasilitas lapas. Terdapat satu orang narapidana terluka akibat peristiwa itu, dan satu orang petugas lapas terluka.

Setelah dilakukan pengejaran, Dedi Prasetyo menyebut situasi lapas sudah aman terkendali dan warga binaan diberikan pengarahan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close