12 Gampong di Aceh Jaya Diterjang Banjir Hingga Setinggi Dada

BANDA ACEH, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 12 desa atau gampong di empat kecamatan di wilayah Aceh Jaya, Selasa (6/11) malam, diterjang banjir setinggi dada orang dewasa akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

“Hujan yang mengguyur Aceh Jaya sejak Selasa sore, telah menyebabkan sebagian wilayah di empat kecamatan tergenang air sekitar pukul 16.00 WIB,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Rabu (7/11).

Ia menyebut, ketinggian air hujan yang menggenangi 12 gampong ini dilaporkan berkisar 20 hingga mencapai 150 centimeter, dan mengakibatkan korban terdampak banjir mengungsi ke rumah penduduk terdekat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebut, sedikitnya terdapat 1.272 keluarga dengan 3.901 jiwa menjadi korban banjir, di antaranya 961 keluarga dengan 3.085 jiwa tinggal di delapan gampong di Kecamatan Darul Hikmah yang merupakan kawasan terparah.

Di Kecamatan Krueng Sabee terdapat dua gampong total korban banjir 210 keluarga atau 537 jiwa, Kecamatan Sampoiniet satu gampong 92 keluarga dengan 247 jiwa, dan Kecamatan Setia Bakti delapan keluarga atau 32 jiwa.

Sebelumnya, banjir setinggi paha orang dewasa akibat pecahnya tanggul Sungai Teunom karena tingginya curah hujan mengakibatkan sungai itu tidak sanggup menampung, sehingga telah merendam tiga gampong di Kecamatan Teunom, Aceh Jaya pada Jumat, (2/10) malam.

“Banjir kali ini, juga merendam total 29 warung di tiga gampong. Terdiri dari 20 unit di Suak Bekuah, dan enam unit di Babah Dua, Darul Hikmah, dan terakhir tiga unit di Curek, Krueng Sabee. Di Gampong Curek ini, ada badan jalan rusak sepanjang 250 meter akibat banjir,” katanya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh, telah mengingatkan agar masyarakat yang tinggal di provinsi paling barat di Indonesia ini untuk mewaspadai banjir, dan tanah longsor.

BMKG Aceh menyebut, puncak musim penghujan di provinsi ini diperkirakan terjadi di November 2018 untuk wilayah Barat-Selatan, dan secara umum di Aceh akan terjadi di bulan Desember tahun ini. (SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Adil dan Beradab

Mempertentangkan syariat Islam dengan Pancasila adalah ahistoris dan tidak logis. Apalagi, faktanya, syariat Islam memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Muslim Indonesia.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER