10 Siswa Meulaboh Pingsan Akibat Kepungan Asap


Meulaboh – Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Blang Balee Junaidi Ibbas mengatakan sebanyak sepuluh siswa pingsan akibat kesulitan bernapas karena kepungan asap di Kecamatan Samatiga, Meulaboh, Rabu (26/7).

“Tidak mampi kami tangani, langsung kami larikan 10 pelajar (yang pingsan) ke Puskesmas Cot Seumereung,” katanya.

Junaidi memaparkan, polusi asap tebal tiba-tiba muncul sejak pagi. Akan tetapi kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan. Namun baru berjalan 30 menit, secara masal para siswa mengeluh kesulitan bernafas.

Sementara itu pihak Puskesmas Cot Seumereung melalui seorang Perawat Julita mengatakan bahwa pihaknya segera memberikan bantuan pernapasan berupa oksigen kepada para korban asap. Empat diantaranya menjalani perawatan intensif, yakni, Cut Zahara (15), M. Zaki (13), Eli (15), dan Roza Fitria (12).

Selain itu berdasarkan data dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dien, sejak kebakaran lahan gambut terjadi, sedikitnya 23 pasien datang dengan keluhan gangguan pernapasan akibat kabut asap.

Akibat kebakaran itu juga, sepasang suami istri lanjut usia, Abu Nyakman (60) dan Salbiah (60), dievakuasi. Kobaran api hanya berjarak sekitar lima puluh meter dari rumah mereka, di Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, pada Selasa (25/7) pukul 21.00 WIB.

“Kalau masalah gangguan asap tebal, selama empat hari sudah biasa kami hirup. Meskipun batuk dan perih mata sedikit, sudah terbiasa. Tapi kalau ancaman api mendekat, itu yang kami takut” ujar Nenek Salbiah. (HA)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Anak Mudah Tersinggung dan Hilang Kontrol, Apa Yang Harus Dilakukan Ortu?

Anak saya pelajar, wanita, umur 15 tahun, sudah berjalan 2 bulan, berobat jalan di RJS Lawang, Malang. Tapi dia masih besar ketersinggungan, kesalah pahaman dalam menerima omongan dan perkataan orang lain.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.
close