Walau Seluruh Legislatornya Ditangkap KPK, Kursi PDIP Malah Meningkat di DPRD Kota Malang

MALANG, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Jawa Timur telah menyelesaikan rekapitulasi perhitungan suara pada Pemilu 2019 untuk tingkat Kabupaten/Kota.

Dari hasil rekapitulasi yang hasilnya sudah diterima oleh seluruh partai politik peserta pemilu di Kota Malang tersebut, PDI Perjuangan meraih suara tertingi untuk DPRD Kota Malang, yakni 99.555 suara.

Dengan jumlah perolehan suara tersebut, PDIP akan meraih 12 kursi dari 45 kursi DPRD Kota Malang yang diperebutkan.

Hasil yang dicapai PDIP Kota Malang ini diluar perkiraan, mengingat adanya kasus suap pembahasan APBD Perubahan yang menjerat 41 anggota DPRD Kota Malang.

Sebanyak 11 anggota DPRD Kota Malang asal PDIP turut ditangkap KPK akibat ikut tersandung kasus yang menghebohkan pada 2018 lalu. Bahkan, Ketua DPRD Kota Malang yang merupakan kader PDIP, Arief Wicaksono ikut ditangkap berikut penggantinya Abdul Hakim yang tersandung kasus yang sama.

Perolehan suara PDIP di Pemilu 2019 ini, naik jika dibanding Pemilu 2014 yang hanya memperoleh 92.217 suara yang tempatkan 11 kadernya di DPRD Kota Malang.

Keberhasilan PDIP Kota Malang ini meraih dukungan yang demikian besar, walau di tengah kasus yang menimpa, menurut Ahmad Wanedi, caleg terpilih dari PDIP, karena kerja keras kader yang intens bertemu dengan masyarakat.

“Karena kami intens bertemu dan berdialog dengan masyarakat. Jadi, insyallah kita yang terpilih sudah punya motivasi. Kami tak ingin mengulangi waktu yang salah kemarin. Kami yakinkan (bahwa) kami akan jadi wakil rakyat yang amanah,” kata Wanedi dikutip dari Viva, Ahad (5/5).

Dengan jumlah perolehan suara dan kursi tertinggi tersebut, maka kursi Ketua DPRD Kota Malang dipastikan akan jatuh kembali ke tangan PDI Perjuangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy