Terkait Pencemaran Sungai Kalimas, PDAM Himbau Warga Surabaya Tidak Khawatir

1
100
air, PDAM
ilustrasi (Foto: Istimewa)

SURABAYA – Terkait pemberitaan mengenai pencemaran Sungai Kalimas, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya meminta warga Kota Pahlawan untuk tidak khawatir terhadap kualitas air yang diproduksi oleh PDAM.

“Sebelum diproduksi menjadi air PDAM, bahan baku air tersebut sudah melalui proses pengolahan” kata Dirut PDAM Surya Sembada Mujiaman, di Surabaya, Selasa (18/7).

Menurutnya, sampai saat ini kualitas air masih memenuhi mutu air minum yang disyaratkan pemerintah.

“Tugas PDAM Surabaya adalah mengelola air yang dibeli dari PT Jasa Tirta. Kalaupun ada pencemaran ataupun racun tertentu, kami akan melakukan pengaturan agar tercapai kualitas” tandas Mujiaman.

Mujiaman berujar bahwa pihak PDAM terus berusaha meyakinkan masyarakat untuk tetap tenang, karena pihaknya masih bisa mengendalikan kualitas air.

“Selama ini beban pengolahan air dari Sungai Kalimas untuk bahan baku PDAM, cenderung terus naik. Hal ini dikarenakan sumber baku air yang dipakai PDAM kebanyakan berasal dari sungai tersebut” ujarnya

Maka dari itu, Mujiaman menghimbau masyarakat untuk mulai mengubah pola pikir mereka untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai.

“Beban biaya pengolahan naik karena kami belum berhasil mengubah perilaku masyarakat di hulu untuk tidak membuang sampah sembarangan,” keluh Mujiaman.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Surabaya, Musdiq Ali Suhudi sebelumnya juga mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga kualitas air sungai di Kota Pahlawan.

Upaya tersebut tidak hanya berupa tindakan pemeliharaan tetapi juga pencegahan yang melibatkan beberapa OPD seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) juga Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (PUBMP) Surabaya.

Musdiq menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan oleh dinas terkait untuk menjaga kualitas air sungai di Surabaya, di antaranya adalah dengan melakukan pengawasan ketat pada sumber-sumber pencemar yang masuk ke sungai.

“Untuk sumber pencemar ini, persentase terbesar berasal dari rumah tangga termasuk apartemen sebesar 76 persen, kemudian dari industri sebesar 17 persen dan dari sumber lainnya sekitar 5 persen” papar Musdiq

Ia juga menambahkan bahwa sumber pencemaran air tertinggi berasal dari limbah domestik. (HA)

BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Ustadz Mokhammad Nasih

Tulisan Pesantren Dijual dan Isu Dolly Buka Kembali, Ini Klarifikasinya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pimpinan Pondok Pesantren Jauharotul Hikmah (JH), ustadz Mokhammad Nasih melakukan klarifikasi tulisan yang akhir-akhir ini viral di media sosial terkait pemberitaan...
Rudi Suhartanto

Amankan Pilkades, DPMD Bentuk Panitia Pengawas

SERANG, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 34 desa di Kabupaten Serang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 November mendatang. Sekretaris...

Jatim Jadi Tuan Rumah Workshop APPSI 2017

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Jawa Timur menjadi tuan rumah penyelenggaraan workshop Assosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) pada tanggal 21-23 November 2017. Workshop yang...

KANAL WARGA TERBARU

Sanad Menghilangkan Fitnah Berita

Contoh, ada seorang yang mengabarkan sebuah berita :"Ada penyusup di HMI, jadi bertindak rusuh!". Yang membaca bisa salah persepsi. Ada yang memahami masuknya penyusup saat...

Fenomena Lepas Jilbab

Lepas jilbab dalam bahasan ini bermakna melepas jilbab dengan niat tidak menutup aurat yang seharusnya tidak diperlihatkan. Penekanannya bukan untuk menyalahkan pihak yang setuju...
KH. Luthfi Bashori

SELAGI PEMIMPIN ITU MASIH SHALAT, JANGAN DIPERANGI SECARA FISIK

Luthfi Bashori St. Ummul Mukminin St. Ummu Salamah Ra menuturkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya akan diangkat penguasa di kalanganmu, lalu engkau ketahui mereka...