Terkait Pencemaran Sungai Kalimas, PDAM Himbau Warga Surabaya Tidak Khawatir

36
air, PDAM
ilustrasi (Foto: Istimewa)

SURABAYA – Terkait pemberitaan mengenai pencemaran Sungai Kalimas, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya meminta warga Kota Pahlawan untuk tidak khawatir terhadap kualitas air yang diproduksi oleh PDAM.

“Sebelum diproduksi menjadi air PDAM, bahan baku air tersebut sudah melalui proses pengolahan” kata Dirut PDAM Surya Sembada Mujiaman, di Surabaya, Selasa (18/7).

Menurutnya, sampai saat ini kualitas air masih memenuhi mutu air minum yang disyaratkan pemerintah.

“Tugas PDAM Surabaya adalah mengelola air yang dibeli dari PT Jasa Tirta. Kalaupun ada pencemaran ataupun racun tertentu, kami akan melakukan pengaturan agar tercapai kualitas” tandas Mujiaman.

Mujiaman berujar bahwa pihak PDAM terus berusaha meyakinkan masyarakat untuk tetap tenang, karena pihaknya masih bisa mengendalikan kualitas air.

“Selama ini beban pengolahan air dari Sungai Kalimas untuk bahan baku PDAM, cenderung terus naik. Hal ini dikarenakan sumber baku air yang dipakai PDAM kebanyakan berasal dari sungai tersebut” ujarnya

Maka dari itu, Mujiaman menghimbau masyarakat untuk mulai mengubah pola pikir mereka untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai.

“Beban biaya pengolahan naik karena kami belum berhasil mengubah perilaku masyarakat di hulu untuk tidak membuang sampah sembarangan,” keluh Mujiaman.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Surabaya, Musdiq Ali Suhudi sebelumnya juga mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga kualitas air sungai di Kota Pahlawan.

Upaya tersebut tidak hanya berupa tindakan pemeliharaan tetapi juga pencegahan yang melibatkan beberapa OPD seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) juga Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (PUBMP) Surabaya.

Musdiq menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan oleh dinas terkait untuk menjaga kualitas air sungai di Surabaya, di antaranya adalah dengan melakukan pengawasan ketat pada sumber-sumber pencemar yang masuk ke sungai.

“Untuk sumber pencemar ini, persentase terbesar berasal dari rumah tangga termasuk apartemen sebesar 76 persen, kemudian dari industri sebesar 17 persen dan dari sumber lainnya sekitar 5 persen” papar Musdiq

Ia juga menambahkan bahwa sumber pencemaran air tertinggi berasal dari limbah domestik. (HA)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama