Surabaya, Kota Pahlawan Yang Tak Lagi Bernuansa Heroik

0
282
Asrori Muslich
Mohammad Asrori, mantan ketua GP Ansor Surabaya. (Foto: SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Beberapa tahun belakangan ini pembangunan Surabaya berjalan dengan pesat. Hampir di setiap sudut kota berlangsung berbagai pembangunan, mulai dari pusat perbelanjaan, perkantoran, perumahan hingga berbagai pusat hiburan.

Namun beberapa pihak menilai, berbagai pembangunan tersebut ternyata malah menghilangkan identitas kota yang dikenal sebagai kota Pahlawan. Tidak ada icon baru yang dibangun yang menegaskan bahwa Surabaya sebagai kota pahlawan yang memiliki nilai historis tinggi.

Mohammad Asrori, mantan ketua GP Ansor Surabaya, dalam perbincangan dengan SERUJI menyampaikan keprihatinannya atas arah pembangunan kota, yang menurutnya mulai kehilangan identitas sebagai kota Pahlawan.

“Angan-angan saya bahwa Surabaya sebagai Kota Pahlawan, (tapi) tidak ada satupun juga icon yang bisa menunjukkan hal itu. Aura Surabaya sebagai Kota Pahlawan tidak pernah kita rasakan,” kata Asrori, kepada SERUJI, di Surabaya, Jumat (24/11).

Bahkan, menurut Asrori, pemkot Surabaya terkesan abai dalam menjaga dan mempertahankan berbagai bangunan peninggalan bersejarah, yang jadi saksi bisu bagaimana dimasa lalu arek-arek Surabaya berjuang mempertahankan kota ini.

“Misalnya Rumah Radio Bung Tomo, dibongkar pun pemkot diam seribu bahasa. Apa yang bisa dibanggakan dari Surabaya, kalau begini,” ujar Asrori.

Lebih jauh, Asrori mencoba membandingkan cara pemkot dalam menata pembangunan di pintu masuk kota Surabaya, dibandingkan dengan kota lain di Indonesia.

“Bedakan dengan aura kota-kota lain yang juga punya julukan. Jogja katakanlah, sebelum kita masuk kota, auranya saja sudah bisa kita rasakan ketika mulai masuk pintu gerbang kota Jogja. Bali pun juga demikian, sebelum kita menikmati segala sesuatunya di dalam kota, begitu kita baru masuk kota, sudah banyak tetenger yang bisa kita lihat dan auranya sudah kita rasakan tentang Bali,” katanya.

Surabaya Sparkling
Videotron Surabaya Sparkling di Bundaran Waru, pintu masuk Kota Surabaa. (Foto: Ferry Koto/SERUJI)

“Lha Surabaya, apa? katanya kota Pahlawan tapi malah di pintu masuk Surabaya nuansa heroik pun tidak kita rasakan,” tegasnya menyikapi adanya pembangunan Videotron layar besar di Bundaran Waru yang merupakan media promosi sebuah perusahaan rokok.

Asrori juga menyampaikan keprihatinannya dengan hilangnya berbagai bangunan bersejarah dan tidak terawatnya berbagai bangunan cagar budaya.

“Banyak yang hilang tak berbekas, sementara gedung-gedung yang menjadi peninggalan sejarah nggak diramut. Anggaran banyak terbuang percuma. Surabaya.. Surabaya.. Nasibmu kini,” katanya prihatin.

Asrori berharap, pemerintah kota memberi perhatian lebih pada berbagai bangunan cagar budaya yang ada, dan bangunan bersejarah lainnya yang ada di Surabaya.

“Dan munculkan aura kota ini sebagai kota Pahlawan, mulai sejak dari pintu masuk kota, hingga di tengah kota. Sehingga kita betul-betul merasa sedang di tengah kota Pahlawan,” pungkas Asrori. (SU02)

Komentar

BACA JUGA

Polda Metro Akan Periksa Elvy Sukaesih Pada Senin Depan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berencana memeriksa pedangdut senior Elvy Sukaesih terkait dugaan penyalahgunaan narkoba putrinya, Dhawiya Zaida, pada...
Febri Diansyah

KPK Periksa Tujuh Saksi Kasus Bupati Kebumen

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tujuh saksi dalam penyidikan terkait tindak pidana korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Kebumen...
Taufik Kurniawan

DPR Puji Keputusan Pembatalan Plt Gubernur dari Polri

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan memuji keputusan Menteri Koodinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto yang membatalkan usulan pejabat gubernur Sumatera Utara...

Bhayangkara FC Berharap LIB Segera Lunasi Utang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Juara GoJek Traveloka Liga 1 Bhayangkara FC berharap PT Liga Indonesia Baru (LIB) segera melunasi utang-utangnya kepada semua klub peserta Liga...

Bhayangkara FC Yakin Bermarkas di PTIK Mulai April

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Juara GoJek Traveloka Liga 1 2017 Bhayangkara FC merasa yakin bisa bermarkas di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, di Liga...
loading...
Al Battani

Penemu Kala Revolusi Bumi Ternyata Muslim

Revolusi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari pada orbitnya. Revolusi bumi ini bisa terjadi akibat tarik menarik antara gaya gravitasi bumi dengan gaya gravitasi...
IMG-20180222-WA0084

PANWASLU KABUPATEN MESUJI RAKOOR TENTANG PENANGANAN PELANGGARAN PEMILU

Pada hari Kamis tanggal 22 Februari 2018, Panwaslu Kabupaten Mesuji mengadakan Rapat Koordinasi dengan peserta Anggota Panwascam Divisi Penindakan dan Divisi SDMO serta 1...
Talonsong

Talonsong

Talonsong, sebuah kata dalam bahasa Minang, yang sering dituturkan ditengah masyarakatnya.  Talonsong, padanannya dalam bahasa indonesia yang tepat adalah terlanjur.  Jika talonsong,  maka semuanya...